Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ansy Lema Kunjungi Warga Oesena, Pemkab Kupang Masih Kurang Dokumen

Avatar photo
Foto. Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema bersama warga Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang.
Foto. Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema bersama warga Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang.

Kupangberita.com —-Setelah menerima kunjungan Kepala Desa Oesena,Nelson Boimau dan Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kupang, Teldi Sanam beserta rombongan di Ruangan Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema (Ansy Lema) kunjungi langsung warga Oesana korban badai seroja April lalu pada Kamis ( 2/12).

Dalam pertemuan tersebut dihadiri Camat Amarasi Yawan Mau Sekdis Perkim Kabupaten Kupang Teldy Sanam dan warga dua dusun oesena.

Kepada Ansy Lema warga oesena meminta kejelasan terkait ahli fungsi kawasan hutan menjadi pemukiman bagi warga 2 dusun korban bencana Seroja Desa Oesena.

Baca Juga:  Sukseskan Pilkada 2024, Pemkab Kupang Siapkan Anggaran Rp 44 Milyar

Menjawab kepastian warga oesena Politisi muda PDI Perjuangan ini langsung menelpon pak Herban, direktur yang bertanggung jawab mengurus pengalihan hutan lindung ini.

“Dalam komunikasi via telpon langsung dan dengarkan juga oleh masyarakat pak direktur ( Pak Herban) minta Pemerintah kabupaten kupang melengkapi dokumen lagi,” ujar Ansy Lema.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kupang, Teldi Sanam ketika diminta konfirmasinya terkat hal ini mengatakan saat Dirjen penataan pelepasan hutan sementara telaah proposal yang sudah di kirim oleh pemerintah kabupaten kupang.

Baca Juga:  Penjabat Bupati Kupang: Anomali Iklim Picu Banyak Lahan Pertanian Mengalami Kekeringan

“Terkait surat yang diminta Dirjen penataan kawasan pelepasan hutan, itu sura untuk warga oesena masuk dalam penataan kawasan hutan dimasukan dalam Program Pemanfaatan Tanah Objek Reforma Agraria (Tora).

Sehingga tahun 2022 menjadi program prioritas karena warga oesana minta pembebasan kawan hutan 15 hektare untuk diperuntukan menjadi lahan hunian, pertanian dan fasilitas umum lainnya,” ujar Teldy Sanam.


Powered By NusaCloudHost