Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Kupang Terima Audiens dengan Pengelola Program Garamin NTT

Avatar photo
IMG 20220608 113506 scaled

Kupangberita.com —- Bupati Kupang, Korinus Masneo menerima audiensi Pengelola Program Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas Untuk Inklusi NTT (GARAMIN NTT), Bersama Program SOLIDER (Strengthening Social Inclusion For Difability Equity and Rights atau Memperkuat Inklusi Sosial Untuk Kesetaraan dan Hak-Hak Difabel di ruang kerja Bupati, Rabu (08/6/2022).

Didampingi Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Dan Pengembangan Daerah (BP4D) Tresia Ili dan Kabid Rehabilitasi Sosial Ina Ate.

Project Manager Program SOLIDER Berti Soli Dima Malingara, menjelaskan program Garamin NTT dipercaya oleh Mitra SIGAB Indonesia untuk melakukan kegiatan di NTT.

Program SOLIDER ini sudah berjalan di 4 Provinsi yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur.

Sedangkan untuk NTT sendiri, ada 2 kabupaten yang jadi sasaran intervensi yakni Kabupaten Kupang dan Rote Ndao yang sedianya program ini akan bejalan selama 5 tahun ke depan.

“Maksud dan tujuan kami datang untuk melapor diri, sekaligus meminta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kupang. Tujuan kita adalah untuk pengembangan desa inklusi bagi kaum disabilitas

Baca Juga:  Sukseskan Pilkada 2024, Pemkab Kupang Siapkan Anggaran Rp 44 Milyar

Program ini didukung oleh Program INKLUSI Kemitraan Australia -Indonesia untuk Masyarakat Inklusi dengan Pelaksana Program SIGAB Indonesia dan untuk NTT, mitra SIGAB Indonesia adalah GARAMIN NTT,”ujarnya.

Berti Soli melanjutkan untuk intervensi di wilayah Kabupatan Kupang ada 2 Kecamatan, yakni kecamatan Taebenu, ada 3 desa dan Kecamatan Nekamese juga ada 3 desa.

Pada tahapan pelaksanaannya ada 4 strategi dari program ini yakni Pembentukan desa Inklusi, Advokasi kebijakan yang berpihak pada difabel, memastikan adanya bantuan hukum yang ramah bagi difabel dan respon pandemi covid-19, dalam sektor ekonomi bagi difabel.

“Selama ini kebutuhan kaum difabel masih belum menjadi prioritas. Dengan Kehadiran kami bentuk Desa Inklusi, harapannya kaum difabel dapat terlibat dalam berbagai kegiatan perencanaan di desa karena kebutuhan kaum difabel ini mereka sendiri yang tau. Sering kali kebutuhan mereka terabaikan pada saat pengambilan keputusan.

Dari hasil penjajakan awal kami di desa, ada tanggapan positif dari teman-teman difabel dan perangkat desa,”terang Berti.

Baca Juga:  Pimpin Upacara Pembukaan TMMD Ke-120, Mesak Elfeto: TMMD Wujud Operasi Bhakti TNI Bersama Masyarakat

Berti menjelaskan juga bahwa Garamin NTT sebagai Mitra SIGAB Indonesia memiliki Visi Menjadikan NTT Inklusi dengan Mengedepankan Kesetaraan Penyandang Disabilitas di berbagai aspek kehidupan.

Ada 5 misi yang diemban yakni Penelitian dan Pemutahiran data dan informasi penyandang disabilitas, Kemitraan dengan pemerintah dan stakeholder lain, Kampanye dan pendidikan publik, Advokasi kebijakan, dan Mendorong Partisipasi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam berbagai sektor kehidupan.

Pada kesempatan tersebut dirinya minta dukungan adanya payung hukum ( Perda) dari pemerintah kabupaten Kupang, untuk melindungi hak – hak difabel. Karena di lapangan terkadang kaum difabel mengalami kekerasan fisik, mental dan kekerasan seksual tidak berani melapor dan malah kasusnya tidak terangkat.

Menangapi hal tersebut Bupati Kupang mengatakan berkomitmen mendukung penuh terhadap program tersebut di Kabupaten Kupang.

“Pemerintah Kabupaten Kupang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan baik ini.


Powered By NusaCloudHost