Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pengeroyokan Guru di Kupang hingga Babak Belur, Tuai Kecaman

Avatar photo
Foto. Ansel Nalle Guru di SD Negeri Oelbeba di keroyok oleh keluarga Kepala sekolah dan matan anak muridnya.
Foto. Ansel Nalle Guru di SD Negeri Oelbeba di keroyok oleh keluarga Kepala sekolah dan matan anak muridnya.

Kupangberita.com —- Ansel Nalle (44), seorang guru PNS dikeroyok hingga babak belur saat dalam rapat sekolah dirinya menanyakan dua hal kepada Kepala Sekolah SD Negeri Oelbeba, Desa Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Tak terima pertanyaan tersebut Oknum Kepala Sekolah langsung menganiaya bersangkutan dalam ruang rapat.

Tak tahan dengan hantaman pukulan dari sang kepala sekolah. Ansel Nalle, melarikan diri ke luar sambil berteriak minta pertolongan.

Namun nasib naas dialami Ansel dirinya bukan mendapatkan pertolongan malah dirinya pukul oleh warga setempat ( Dalam Video baju merah), selain dipukul nampak dalam video istri kepala sekolah Erna Manu, Menyebut nama Iwan Pukul Kasih mati dia.

Ansel Nalle Minggu (05/06/2022) melalui sambungan telepon membenarkan kejadian dalam video yang beredar luas masyarakat, dirinya mengatakan kejadian bermula dari rapat sekolah dirinya menanyakan ke kepada kepala sekolah terkait panitia ujian saat melakukan pengawasan ujian tidak mendapatkan layanan snack dari sekolah dan terkait laporan kepala sekolah ke dinas P dan K Bahwa dirinya kerja tidak betul.

Tidak terima pertanyaan itu,  Kepala Sekolah Aleksander Niti, menampar dirinya berulang kali selain menampar dirinya dihantam pakai kursi, tidak sanggup menahan hantaman dari sang kepala sekolah dirinya berusaha lari keluar dan berupaya minta pertolongan.

“Saya lari keluar dan berupaya minta pertolongan tapi saya di pukul oleh warga setempat yang sudah dipersiapakan oleh kepala sekolah terlebih dulu dan istri kepala sekolah Erna Manu teriak Iwan “Pukul Kasih Mati dia” (dalam Video),”ujar Ansel Nalle.

Lebih lanjut Ansel menuturkan selain dirinya dipukul, dilempar, diancam dan caci maki istri kepala sekolah juga menyita handpone miliknya.

Usai mendapatkan pukulan dijalan umum, dia dibawah ke sekolah. Dirinya kemabali mendapatkan pukulan berulang kali dari mantan anak muridnya berjumlah 4 orang kejadian tersebut disaksikan oleh teman – teman guru.

“Teman – taman guru tidak dapat berbuat banyak karena mereka takut. Saya berusaha lagi lari dan minta perlindungan ke kantor desa,”ujarnya.

Setelah situasi aman dirinya diantar oleh Sekertaris Desa dan membuat laporan di Polres Kupang.


Powered By NusaCloudHost