Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dirjen KSDAE dan Gubernur NTT Launching Program KSDAE Mengajar di Kabupaten Kupang

Avatar photo
IMG 20220321 WA0028 e1647876799242

Kupangberita.com — Direktur Jenderal KSDAE Wiranto gandeng Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat launching program konservasi sumber daya alam dan Ekosistem mengajar bhakti rimbau untuk anak negeri di halaman SMA Negeri 3 Fatuleu Kabupaten Kupang Senin (21/03/2021).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat, Wabup Kupang Jerry Manafe, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT Linus Lusi, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Imanuel Buan, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Fatuleu Yosef Kono.

Kepala Balai Besar KSDAE NTT Arif Mahmud dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rangkaian untuk memperingati hari Bhakti Rimbauan setiap tanggal 16 Maret.

Ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan yaitu penanaman anakan, pembersihan sampah serempak, donor darah, apresiasi kepada para pensiunan, pembagian buku ke sekolah-sekolah, upacara yang dilakukan secara hybrid dan saat ini telah dilakukan launching yang merupakan inovasi dari Dirjen KSDAE sekaligus puncak perayaan hari Bhakti Rimbauan di Propinsi NTT.

Baca Juga:  Tindak Lanjut Temuan KPK, Mantan Penjabat dan ASN Aktif di Kabupaten Kupang Harus Kembalikan Kendaraan Dinas

Mahmud menjelaskan, KSDAE mengajar dilakukan dengan memperhatikan arahan Presiden terkait pembangunan SDM, dimana seluruh pegawai Dirjen dapat berkontribusi nyata dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan belajar dan mengajar.

Kegiatan ini juga menjadi perhatian Gubernur Propinsi NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), yang berarti ini merupakan tanggung jawab semua pihak demi mencerdaskan kehidupan bangsa yang tertuang dalam UUD 1945.

Tujuan KSDAE Mengajar ini yaitu mengisi kebutuhan mengajar dari program guru tamu, dengan melakukan bina cinta alam dari Dirjen KSDAE, bangun legasi dari setiap sekolah binaan dengan melakukan kegiatan penanaman dan telah dibuat Arboretum sekolah di SMAN 3 Fatuleu Kab. Kupang.

Baca Juga:  Sambut HUT Bhayangkara ke-78, Polres Kupang Gelar Bakti Religi Bersihkan Sejumlah Tempat Ibadah

Lebih lanjut, Dirjen KSDAE Wiratno dalam sambutannya saat meresmikan program KSDAE Mengajar bersama Gubernur VBL, menyatakan bahwa program ini sebagai wujud 5K yaitu kepedulian, keberpihakan, kepeloporan, konsistensi dan kepemimpinan.

“Ini merupakan kewajiban kita seperti yang sudah dilakukan oleh Kepala Sekolah SMAN 3 Fatuleu.

Pencapaian kebudayaan manusia ialah mewariskan kebudayaan alam untuk mensukseskan keadilan lintas generasi.

Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan membantu jalannya kegiatan ini,” ujarnya.

Pada kesempatan ini juga, orang nomor satu NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan bahwa konservasi adalah usaha menjaga dan mengembalikan sesuatu yang diciptakan Tuhan sehingga bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya.


Powered By NusaCloudHost