Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Sosok Anak di Kota Kupang yang Tega Bunuh Ibu Kandungnya di Mata Tetangga

Avatar photo
Reporter : Makson Editor: Redaktur
Foto. Sosok Anak di Kota Kupang yang Tega Bunuh Ibu Kandungnya di Mata Tetangga.// Gambar ilustrasi.
Foto. Sosok Anak di Kota Kupang yang Tega Bunuh Ibu Kandungnya di Mata Tetangga.// Gambar ilustrasi.

Kota Kupang, KupangBerita.com , – Aksi AD yang tega membunuh Ibu kandungnya Imelda Tyseran, secara sadis dalam rumahnya mengejutkan warga Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di mata tetangga, sosok AD ternyata dikenal tak suka berkumpul bersama teman seumurannya. Bahkan, sering bicara dan tertawa sendiri.

Dia sepertinya ada depresi begitu, makanya tiap hari di dalam kamarnya saja,” ungkap Ketua RT 09, Hendrik Radja Kale, Minggu (31/3) dini Hari di RS. Bhayangkara Kupang.

Hendrik mengisahkan bahwa pernah dirinya mendapat cerita langsung dari korban, kalau anaknya AD sering ngamuk bila tak membelikannya rokok dan menyuguhkannya kopi.

Baca Juga:  8 Jam Diperiksa, Direktur PT Dua Sekawan Dicecar 110 Pertanyaan Kasus Korupsi GOR Kabupaten Kupang

Sehingga, korban berusaha membuat kue dan berjualan keliling tetangga, hanya untuk memenuhi kebutuhan AD.

“Korban pernah curhat kalau AD sering ngamuk, tapi tidak sampai melakukan kekerasan. Kalau suara keras, itu sering terjadi,” Bebernya.

Menurut Hendrik, bahwa AD pernah jadi tenaga honorer tahun 2005, di Dinas Kebersihan Kota Kupang sebagai.

Tetapi tak bertahan lama, sekitar satu tahun lamanya, ia lalu memilih keluar dan tiap hari beraktivitas di rumahnya saja.

“AD Sekolah di STM 2 (sekarang SMKN 2 Kupang) dan tamat. Dia sempat honor di Dinas Kebersihan Kota Kupang, tapi cuman setahun saja,” bebernya.

Baca Juga:  Diduga Kuat Oknum Guru di Kabupaten Kupang Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Siswinya

Diungkapkan Hendrik Radja Kala, bahwa sejak pagi, Sabtu (30/3/2024) tak ada tanda-tanda yang mencurigakan di lingkungan itu.

“Memang ada pertanyaan dari warga sekitar, mengapa korban hari ini tidak berjualan kue. Padahal, setiap pagi, itu sudah berkeliling ke rumah-rumah tetangganya untuk menawarkan kue hasil buatannya yang ia tekuni sejak 2005.


Powered By NusaCloudHost