Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Kronologi Lengkap Pemuda Amfoang Terseret Banjir, Hingga Ditemukan di Laut

Avatar photo
Foto. Kobar terseret banjir di Kali Kapsali Manubelon Mekris Fomeni (23), Jenazah saat sementara disemayamkan di Puskesmas Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya.
Foto. Kobar terseret banjir di Kali Kapsali Manubelon Mekris Fomeni (23), Jenazah saat sementara disemayamkan di Puskesmas Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya.

Kupangberita.com, —- Kronologi lengkap pemuda asal Amfoang bernama Mekris Fomeni (23) warga Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang- NTT, bermula saat menyebrang kali Kapsali, Senin (07/03) siang.

Sebelum nasib naas menimpanya, pemuda amfoang itu masih bersama – sama sopir bus Romantis, Jurusan Kupang – Soliu, stapel barang muatan dari Kupang dengan cara mengkatrol dari seberang kali ke sebarang Manubelon.

“Usai stapel barang, saya sampaikan kepada korban bahwa saya mau menyebarang.

Korban katakan kaka langgar saja saya tidak ikut. Saya juga pesan pada korban untuk tidak menyebrang dan lihat saya menyebarang.

Korban pung menjawab ia, saya lihat kaka langgar ke sebalah kali.

Baca Juga:  Kapal MV. Da Hao Terbakar di Laut Banda, 10 Orang di Selamatkan Basarnas, Berikut Indentitas Korban

Lalu saya menyebarang. Namun, saya belum sampai pinggir kali, saya dengar korban teriak.

Saya  melihat korban hilang muncul di derasnya aliran air.

Saya berusaha untuk berenang ikuti korban. Tetapi,  arus sungai sangat deras, saya takut dan keluar,” ungkap Ronald Poel Kepada Media Kupang Berita.com, Senin ( 06/03) malam di Manubelon.

“Saya tidak tahu korban tau berenang atau tidak. Karena baru kali ini korban bersama saya ikut bus.

Diduga Korban tidak tahu berenang dan kehabisan tenaga saat menyebrang arus sungai yang deras.

Pada saat kejadian ada sebagian warga berada di atas jembatan Kapsali yang putus dan juga sebarang kiri dan kanan kali.

Warga yang melihat pun teriak sambil lari menyusuri tepi kali hingga menemukan korban di laut Manubelon,” tambah Ronald.

Baca Juga:  Penjabat Bupati Kupang: Inovasi Daerah Jadi Kunci Meningkatkan Daya Saing dan Kualitas Pelayanan Kepada Masyarakat

Dijelaskan Ronald, pasca ditemukan Jenazah korban, pihak medis Puskesmas Manubelon sudah melakukan indentifikasi dan lakukan pembersihan pada tubuh jenazah.

“Saat ini jenazah korban, sementara disemayamkan di Puskesmas Manubelon  sambil menunggu keluarga korban.

Sesuai informasi, orang tua kandung korban. Saat ini masih berada di Kabupaten Malaka, karena ada urusan keluarga.

Sementara keluarga di Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut kesulitan datang ke Manubelon karena harus menyebrang 2 kali besar yang sementara banjir.

Mudah – mudahan besok banjir sudah surut, sehingga  kita bisa bawah pulang jenazah ke kampung halamannya di Desa Oelfatu,”jelasnya. ***


Powered By NusaCloudHost