Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Kupang Lakukan Serah Terima Pekerjaan Sandes

Avatar photo
Bupati Kupang, Korinus Masneno lakukan penandatanganan berita acara serah terima pekerjaan Sandes.
Bupati Kupang, Korinus Masneno lakukan penandatanganan berita acara serah terima pekerjaan Sandes.

Kupangberita.com — Pemerintah Kabupaten Kupang lakukan kegiatan serah terima pekerjaan pembangunan jamban dan tanki septik individu.

Kegiatan di padu dengan Focus Group Discussion (FGD) II program sanitasi perdesaan padat karya kabupaten kupang TA.2021, Kamis (28/10 21).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Kupang, Korinus Masneno didampingi Kepala BP4D Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, Sekdis Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Teldy Sanam, PPK Sanitasi pada Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT, Tinny Touselak.

Kegiatan ini Juga dihadiri para Kepala Desa sasaran program Sandes T.A.2021, para tenaga fasilitator lapangan dan undangan lainnya.

PPK Sanitasi, Tinny Touselak mengatakan, program sanitasi perdesaan padat karya merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat marginal.

Baca Juga:  Bupati Kupang Resmi Tandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah Pemilukada 2024

Kegiatan ini “bersifat produktif berdasarkan pemanfaatan sumber daya alam, tenaga kerja dan teknologi lokal dalam rangka mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan dan menurunkan angka stunting,”ujarnya.

Tinny menambahkan Tahun 2021, Kabupaten Kupang diintervensi oleh program sandes melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT dengan II tahap pelaksanaan kegiatan.

Tahap pertama di 10 Desa sasaran yakni Desa Tunfeu, Oben, Tasikona, Oepaha, Oenif, Soba, Nekbaun, Merbaun, Kotabes, Oenoni II dengan total jumlah unit jamban dan tanki septik individu terbangun sebanyak 302 unit.

Total alokasi anggaran Rp.5.000.000.000, dan tahap kedua dilakukan penambahan pada 4 desa lokus stunting yaitu desa Oenif, Tasikona, Nekbaun dan Oenoni II dengan total unit yang sementara dibangun adalah 113 unit.

Baca Juga:  Petani di Kabupaten Kupang Berhasil Panen Padi 5 Ton Per Hektare di musim Kemarau

“Prosentase pekerjaan fisik tingkat untuk pelaksanaan dana tahap 1 sebesar 100 persen dan tahap 2 sebesar 74,75 persen,”jalas Tinny.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Masneno bersyukur atas program sandes melalui BPPW NTT.
Dengan adanya intervensi tersebut, akan membantu Pemerintah Kabupaten dalan penanganan dan penurunan prosentase angka stunting.

Hal tersebut juga meningkatkan jumlah kepemilikan jamban sehat yang sesuai standar nasional Indonesia.

Dirinya menerangkan faktor penyebab terjadinya stunting adalah kurangnya asupan gizi anak dan kondisi sanitasi yang buruk.

Pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan stunting.


Powered By NusaCloudHost