Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Lambat Pengerjaan Perbaikan Bendungan Oesao, Warga Terancam Gagal Bercocok Tanam

Avatar photo
Lambat Pengerjaan Perbaikan Bendungan Oesao, Warga Terancam Gagal Bercocok Tanam.
Lambat Pengerjaan Perbaikan Bendungan Oesao, Warga Terancam Gagal Bercocok Tanam.

Kupangberita.com,— Pasca jebolnya bendungan Oesao yang terletak di Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur kini meninggalkan persoalan berat bagi masyarakat petani di wilayah tersebut.

Kini ratusan hektare sawah di Desa Oesao terancam kering mengakibatkan petani alami gagal tanam dan gagal panen.

Ketua komisi III DPRD Kabupaten Kupang, Deasy Ballo – Foeh, kepada media Kupang Berita.com ,  Sabtu (18/02) mengugkapkan, lambatnya pengerjaan perbaikan bendungan Oesao bisa membuat warga tani mengalami gagal bercocok tanam.

Baca Juga:  Operasi Patuh Turangga 2024, di Kabupaten Kupang Pelanggaran Didominasi Pengendara Roda 2

“Masyarakat Desa Oesao, menjerit atas ancaman gagal tanam. Persoalan itu menghantui di depan mata akibat lambannya pekerjaan bendung oesao di Desa Pukdale.

Meskipun terlihat eksavator dari Balai  sungai telah berada di lokasi  dan tumpukan material untuk pengerjaan perbaikan bendung. Tapi pekerjaan fisik hingga kini belum menunjukan perkembangan yang berarti bagi petani,”ungkapnya.

Dikatakan, Srikandi PDIP Kabupaten Kupang ini, “terlambat satu dua hari ke depan, maka bisa di pastikan daerah oesao dan sekitarnya tahun ini mengalami gagal tanam.

Ini adalah pekerjaan yang sifatnya darurat untuk menyelamatkan lokasi persawahan maka sebenarnya pekerjaan ini harus lebih cepat untuk mencegah kekeringan,” kata Deasy.

Baca Juga:  Jadwal Kapal Ferry Kupang NTT, Selasa 23 Juli 2024, Ada KMP Ranaka Kupang, Lewoleba, Adonara PP

Deasy juga mengungkapkan para petani telah menyatakan  kesediaan sukarela untuk membantu pelaksana proyek untuk mengisi batu pada bronjong agar pekerjaan ini bisa  segera berdampak penyelamatan pada petani.

“Kalau terlambat satu dua hari ini maka pasti akan terjadi gagal tanam dan dipastikan kesusahan akan terjadi.

Saya minta agar percepatan proses pengerjaan ini menjadi prioritas utama,”ungkapnya.***


Powered By NusaCloudHost