Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Terungkap 5 Desa Korban Bandai Seroja di Kabupaten Kupang Gagal Relokasi

Avatar photo
Zoom Meeting e1629130230949
Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Sekdis PU-PR Teldy Sanam Mengikuti zoom meeting bersama Kasatgas Bencana, Direktur Perumahan Khusus, Yayasan Habitat Kemanusian Indonesia dan Balai Perumahan.

Kupangberita.com — Terungkap dalam Zoom Meeting yang digelar hari ini oleh Kasatgas Bencana, Direktur Perumahan Khusus, Yayasan Habitat Kemanusian Indonesia, Balai Perumahan NTT,  Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe bersama Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PU-PR) Teldy Sanam, terdapat lima desa korban badai seroja di Kabupaten Kupang gagal relokasi.

Lima Desa tersebut yakni Kelurahan Naibonat, desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Desa Oesena, Kecamatan Amarasi, Desa Merbaun dan desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat.

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe Senin (16/08/2021) di Oelamasi mengatakan, dalam zoom meeting hari ini di paparkan bantuan perumahan di NTT cukup banyak, Kabupaten Kupang mengusulkan seribu lebih tetapi realisasi hanya 170 unit rumah untuk dua desa yakni Desa Saukibe Kecamatan Amfoang Barat Laut dan Desa Bokong Kecamatan Taebenu.

Baca Juga:  Sambut HPN 2024, Wartawan Kabupaten Kupang Beri Pelatihan Jurnalistik Bagi Siswa SMAN 1 Kupang Tengah

Permasalahan yang disampaikan oleh  Direktur Perumahan khusus bahwa hal masih dalam kajian karena  ada beberapa titik  lahan masuk dalam kawasan hutan lindung. Mereka juga mengetahui bahwa permintaan  dari kabupaten kupang sesuai SK Bupati  Kupang sebanyak 1.508 unit rumah.

”Saya berharap dalam pertemuan tersebut khusus untuk desa Oesena atau lima desa lainnya dapat memperoleh, tambahan rumah baik hunian sementara maupun hunian tetap. Karena situasi dan kondisi masyarakat pasca badai seroja cukup sulit banyak lahan pertanian masyarakat  banyak tertutup lumpur,’’ujar Jerry Manafe.

Baca Juga:  Baru Diperbaiki, Oprit Jembatan Termanu Kembali Jebol, Pelintas Harap Hati-hati

 

Jerry  Manafe menambahkan, untuk Desa Oesena khususnya bagi, 238 KK yang menjadi korban badai seroja pada April lalu dijawablah mereka, tetapi belum dapat dilaksanakan tahun ini tetapi dari Yayasan Habitat Kemanusian Indonesia (YHKI) akan menurunkan tim lakukan survei, harapannya NGO ini dapat membantu memberikan solusi bagi masyarakat kita yang terdampak bencana seroja.


Powered By NusaCloudHost