Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

GMIT Ebenhaezer Tarus Barat, Gelar Ibadah Pelayan Baru

Avatar photo
Pengutusan Pdt. Merah D.A Fangidae - Leky, S.Th dan Perhadapan Pdt.Feny I. Ali - Uli, M.Th.
Pengutusan Pdt. Merah D.A Fangidae - Leky, S.Th dan Perhadapan Pdt.Feny I. Ali - Uli, M.Th.

Kupangberita.com — Jemaat GMIT Ebenhaezer Tarus Barat klasis Kupang Tengah lakukan ibadah Perhadapan pendeta baru, yakni Pdt. Feny Irnawati Ali – Ully, M.Th, sesuai Surat Keputusan Majelis Sinonede GMIT Nomor:626/SK/MS-GMIT/G/2021 dan pengutusan Pdt. Merah D.A Fangidae – Leky, S. Th. Minggu (31/10/21) sore.

Rangkaian tata ibadah yang dipadukan dengan perayaan HUT reformasi ke-504, HUT ke- 74 GMIT, HUT ke- 73 JETB, Penutupan bulan keluarga doa bibit dan minta hujan, dihadiri langsung oleh Sekertaris harian Sinode GMIT, Jemaat, keluarga pendeta, pemerintahan serta tamu undangan lainnya kurang lebih 300 orang.

Suasana haru dan sedih sangat terasa sejak awal kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. Merah D.A. Fangidae – Leky, S.Th hingga dilanjukan oleh Pdt.Diana Dethan – Penpada, M.Th Dalam khotbahnya Diana mengatakan, setiap orang pasti pernah membuat komitmen.

Dalam kehidupannya atau dengan kata lain sebuah tekat yang kuat terhadap sesuatu dan itu sangat dibutuhkan dalam sebuah pelayanan.

Pelayanan ini akan terlihat dalam menyelesaikan tugasnya dengan baik dan bukan hanya semata-mata menyelesaikan tugas tersebut karena sebuah tuntutan.

Baca Juga:  Peduli Persoalan Orang Muda, Pemerintah Kota Kupang Gelar Peningkatan Kapasitas Iman Orang Muda Katolik

Apabila orang bekerja dengan sentuhan hatinya maka berbeda jauh dengan orang yang bekerja asal-asalan.

Diakhir khotbahnya Diana menambahkan mengapa harus ada yang datang dan ada yang pergi dalam pelayanan? diibaratkan tidak ada kenyamanan disona pertumbuhan tetapi juga tidak ada pertumbuhan disona kenyamanan sebab dalam pelayanan banyak hal yang terjadi baik pahit maupun manis.


Powered By NusaCloudHost