Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Kapolres Belu di Banjiri Ucapan Terima Kasih Dari Warga Perbatasan RI-RDTL

Avatar photo
Foto. Kapolres Belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak di Banjiri Ucapan Terima Kasih Dari Warga Perbatasan RI-RDTL.
Foto. Kapolres Belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak di Banjiri Ucapan Terima Kasih Dari Warga Perbatasan RI-RDTL.

Atambua, Kupangberita.com, — Luas biasa aksi Kapolres Belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak patut ditiru dan diacungi jempol.

Aksi peduli ini terbilang amat luar biasa bagi warga Warga Perbatasan RI-RDTL yang tinggal di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu selama 15 tahun sulit mendapatkan layanan air bersih dan aliran listrik sebagi sumber penerangan.

Atas kepedulian Kapolres Belu inilah kini masyarakat setempat sudah mendapatkan 2 unit sumur bor sebagai sumber air bersih dan aliran listrik.

Ungkapan terima kasih yang tulus mengalir dari Lurah Manumutin, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Lurah Manumutin, Setormino Dorosario, menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam atas bantuan yang telah diberikan.

Baca Juga:  Telan Banyak Anggaran, Wisata Fatubraon dan Pantai Teres Tak Terurus

Dikatakan Setormino, Kelurahan Manumutin memiliki tanggung jawab untuk mengelola 2.733 kepala keluarga dengan total jumlah penduduk sebanyak 12.532 orang.

Wilayah ini menjadi bagian penting dari Kecamatan Kota Atambua, yang membawahi 4 kelurahan, termasuk Kelurahan Manumutin.

“Masalah utama yang dihadapi warga adalah keterbatasan air bersih. Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat.

Selama bertahun-tahun, masyarakat kami, termasuk saya sebagai warga, mengalami kekurangan air bersih.

Baru kali ini kami mendapatkan air bersih dari Bapak Kapolres Belu dan Bapak Kapolda Nusa Tenggara Timur,” ungkap Setormino.

“Dua sumur bor yang dibangun di lokasi Haliwen dan wilayah Fohomea membawa harapan baru bagi warga.

Sumur bor di Haliwen mampu mengaliri hingga 400-500 kepala keluarga di 10 RT di lingkungan Lesuku.

Baca Juga:  Kisah Lurah di Kota Kupang Lolos Perhelatan Paralegal Justice Award 2024 Tingkat Nasional

Sementara sumur bor di wilayah Fohomea sangat dinantikan oleh 66 kepala keluarga yang sebelumnya menghadapi kesulitan di wilayah kumuh,” tambanya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan tokoh masyarakat Anton do Santos, “Selama 15 tahun, kami tidak pernah merasakan air bersih.

Rasa terabaikan selama ini akhirnya terobati dengan bantuan yang datang dari pihak Kepolisian, terutama Kapolres Belu.

Atas bantuan ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus dari lubuk hati yang terdalam,” kata Anton do Santos.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan Elisabhet, “Bantuan ini adalah jawaban atas doa-doanya selama ini.


Powered By NusaCloudHost