Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Luar Biasa, Kolaborasi HKI dan WVI Bangun Kembali NTT Pasca Bencana Seroja

Avatar photo
Foto. Workshop refleksi implementasi program tanggap bencana NTT mewujudkan rumah aman bencana, Jumat (15/07 2022) di aula kantor Bupati Kupang.
Foto. Workshop refleksi implementasi program tanggap bencana NTT mewujudkan rumah aman bencana, Jumat (15/07 2022) di aula kantor Bupati Kupang.

Kupangberita.com — Luar biasa, kolaborasi Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia atau Habitat For Humanity Indonesia dan Wahana Visi Indonesia ( WVI), berhasil membangun 85 unit rumah baru di Kabupaten Lembata, Adonara, dan Kabupaten Kupang pasca terjadinya badai siklon tropis seroja pada April 2021.

Selain bangun hunian baru juga misi ini juga melaksanakan renovasi 20 unit rumah serta pelatihan-pelatihan seperti pengolahan sampah san build back safer.

Di Kabupaten Kupang sendiri program dilaksanakan di kecamatan Kupang Timur yakni Kelurahan Oesao dan Kelurahan Naibonat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Ir.Obet Laha, membuka Workshop refleksi implementasi program tanggap bencana NTT mewujudkan rumah aman bencana, Jumat (15/07 2022) di aula kantor Bupati Kupang, mengatakan sejatinya kegiatan ini, menjadi sebuah dasar pijak yang ideal dan juga pragmatis bagi Kabupaten Kupang untuk lebih optimal menyelenggarakan sub urusan kebencanaan, terutama pada tahap pelaksanaan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.

Baca Juga:  Jalin Silaturahmi dan Keakraban Bersama Wartawan, Polres Kupang Gelar Coffee Morning

Atas nama pemerintah dan segenap masyarakat Kabupaten Kupang, saya memberikan apresiasi kepada Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia dan WVI yang terus berkontribusi, terus berpartisipasi dan yang tak pernah henti membantu, dalam berbagai upaya penanggulangan dan upaya rehabilitasi/rekonstruksi sejak terjadi bencana badai seroja bulan april tahun lalu.

Terima kasih ia sampaikan kepada semua stakeholder yang telah mendukung program ini dapat selesai.

“Sejak program ini berjalan telah dibangun 85 unit, 20 rehab rumah,  pelatihan bagi 100 orang tentang air bersih, 115 perwakilan pengolahan sampah, juga pengecatan rumah, Ini manifestasi yang layak dibanggakan.

Baca Juga:  Polres Kupang Kembali Kirim 75 Orang Calon Tamtama Ke Polda NTT

Sebagai pemerintah kami terus berupaya meminimalisir dampak seroja,” ujar Sekda.

Sementara itu, Direktur Nasional Habitat Kemanusiaan Indonesia, Susanto Samsudin, dalam laporannya mengatakan bahwa program kerjasama ini bertujuan untuk menyediakan dukungan berupa pembangunan 80 rumah baru/ hunian tetap, 20 renovasi rumah, pelatihan build back safer ( membangun kembali dengan lebih baik) untuk 100 orang dan pelatihan waste management (manajemen sampah) untuk 100 orang.

“Program ini sudah berjalan dalam rentang waktu 11 bulan, seperti yang dipaparkan oleh Sekda mereka berhasil membangun hunian tetap bagi 85 KK di NTT khusunya di Kabupaten Kupang dan Lembata,”bebernya.

Lebih lanjut kata Susanto, hunian menjadi kebutuhan mendesak bagi penyintas yang tinggal tersebar mengungsi di rumah kerabat.


Powered By NusaCloudHost