Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Prediksi BMKG Musim Hujan di NTT Terjadi Pada November

Avatar photo
images e1633005348360

 

Kupangberita.com —– Sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur diprediksi akan
mengalami musim hujan di atas normal dan lebih besar. Meliputi wilayah Manggarai Barat bagian utara, Manggarai bagian utara, Manggarai Timur bagian utara, Ngada bagian utara,Timor Tengah Selatan bagian selatan, Malaka bagian selatan, Kupang bagian utara, Timor Tengah Utara bagian barat.

Untuk itu, BMKG – Stasiun Klimatologi Kupang menghimbau pemerintah daerah setempat dan
masyarakat untuk mewaspadai, mengantisipasi dan melakukan aksi mitigasi lebih awal guna
menghindari dan mengurangi risiko bencana.

Puncak musim hujan periode 2021/2022 diprediksi akan terjadi pada bulan Februari 2022.

Dari total 23 Zona Musim (ZOM) di Nusa Tenggara Timur, sebanyak 4.3% ZOM diprediksi akan mengawali musim hujan pada Oktober 2021, meliputi Manggarai Barat bagian utara,
Manggarai bagian utara, Manggarai Timur bagian utara dan Ngada bagian utara.

Baca Juga:  Miris, 5 Bulan Dokter PTT di Kabupaten Kupang Belum Gajian, Ini Jawaban Kadis Kesehatan

Kemudian 65.3% ZOM pada November 2021, meliputi Manggarai Barat bagian barat dan
Tenggara, Manggarai bagian selatan, Manggarai Timur bagian selatan, Ngada bagian tengah,
selatan dan tenggara, Nagekeo, Ende, Sikka bagian selatan, Flores Timur bagian barat daya,
Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah bagian selatan, Sumba Timur bagian selatan, Kota Kupang, Kab. Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Malaka.

Sebanyak 30.4% ZOM lainnya pada Desember 2021, meliputi Sikka bagian utara, Flores Timur bagian barat laut dan utara,vAdonara, Solor, Lembata, Pantar, Alor, Sumba Tengah bagian utara, Sumba Timur bagian utara, Sabu Raijua dan Rote Ndao.

Baca Juga:  120 Anggota PPK Kabupaten Kupang Resmi Dilantik, Simak Pesan Ketua KPU

Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis Awal Musim Hujan pada periode 1981-2010,
maka Awal Musim Hujan 2021/2022 di wilayah Nusa Tenggara Timur diprakirakan MAJU pada
2 ZOM (8.7%), SAMA pada 13 ZOM (56.5 %), dan MUNDUR pada 8 ZOM (34.8 %).

Secara umum, sifat hujan selama Musim Hujan 2021/2022 diprakirakan NORMAL atau sama
dengan rerata klimatologisnya pada 20 ZOM (87.0%) dan sejumlah 3 ZOM(13.0%) akan
mengalami kondisi musim hujan ATAS NORMAL (lebih basah dari biasanya).

Saat ini El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) sama-sama dalam
keadaan Netral.

Keduanya adalah faktor iklim penting yang mempengaruhi terhadap variabilitas curah hujan di Indonesia, terutama pada skala waktu inter-annual.


Powered By NusaCloudHost