Kupang, KBC — Suasana Mendung Jumat pagi, 23 Januari 2026, hamparan hijau tanaman cabai di halaman SMA Negeri 1 Kupang Timur menjadi saksi bahwa ketahanan pangan tak selalu lahir dari lahan luas milik negara.
Ia bisa tumbuh dari ruang kelas, dari tangan siswa, dan dari keberanian sekolah mengolah potensi lokal.
Panen raya cabai yang digelar sekolah ini tak hanya menjadi agenda seremonial. Kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Kupang Yosef Lede mempertegas bahwa apa yang dilakukan SMAN 1 Kupang Timur adalah praktik nyata pembelajaran berbasis proyek yang berdampak langsung pada ekonomi dan ketahanan pangan daerah.
Dengan senyum lebar, Gubernur Melki Laka Lena mengaku acara tanam dan panen adalah agenda favoritnya, terutama bila digelar di SMA dan SMK.
“Kalau ada acara tanam atau panen di SMA atau SMK, itu saya punya hobi. Tanam lebih banyak, lebih bagus,” ujarnya disambut tepuk tangan.
Bagi Gubernur, kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan NTT yang mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.
“Ini membuktikan bahwa SMA-SMA di Kabupaten Kupang bisa menjadi pusat produksi pertanian yang kita dorong bersama,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










