Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Alarm Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Kupang, UNICEF dan IBI NTT Turun Tangan Cari Solusi

Avatar photo
Reporter : Makson Saubaki
Alarm Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Kupang, UNICEF dan IBI NTT Turun Tangan Cari Solusi.
Alarm Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Kupang, UNICEF dan IBI NTT Turun Tangan Cari Solusi.

Kupang, KBC — Angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Kupang masih menjadi masalah serius yang menuntut perhatian semua pihak.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang mencatat, Kabupaten Kupang masuk dalam lima besar daerah dengan jumlah kematian ibu tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Meski tren penurunan mulai terlihat pada tahun 2025, namun kasus kematian tetap fluktuatif. Pada tahun 2024, penyebab utama kematian ibu di antaranya komplikasi non-obstetrik (33,6%), perdarahan (22,4%), hipertensi dalam kehamilan (18,4%), komplikasi obstetrik (14,4%), dan infeksi (11,2%).

Baca Juga:  Sejarah Baru di Penghujung 2025: Bupati Kupang Lantik Kakak Beradik dan Pasutri Alumni STPDN Jadi Camat

Sebagian besar kasus terjadi di rumah sakit (73,2%), sementara 26,8% sisanya di Puskesmas, klinik, perjalanan, maupun rumah.

Sementara itu, penyebab kematian bayi di tahun 2024 didominasi oleh asfiksia (40,9%), bayi berat lahir rendah/BBLR (17,3%), infeksi (14,1%), komplikasi intrapartum (9,2%), serta faktor lain (12,3%).

Data juga menunjukkan 80,3% kematian bayi terjadi di rumah sakit, sedangkan 19,7% di luar fasilitas kesehatan.

UNICEF dan IBI NTT Gelar Pertemuan Lintas Sektor

Melihat kondisi tersebut, UNICEF bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi NTT menggelar pertemuan lintas sektor di Aula Dapur Wisata Resto, Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kamis (4/9/2025).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com

+ Gabung


Powered By NusaCloudHost