Yosef Lede menjelaskan bahwa strategi pengurangan risiko bencana harus berbasis komunitas dan desa.
Pemerintah daerah mendorong pendekatan yang tidak hanya fokus pada respons darurat, tetapi juga pada upaya pencegahan, mitigasi, rehabilitasi, hingga rekonstruksi pascabencana.
Ia menyampaikan apresiasi kepada CIS Timor yang didukung CRS dan MACP karena telah melakukan berbagai kegiatan nyata di Kabupaten Kupang.
Program-program tersebut dinilai membantu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
“Terima kasih kami sampaikan karena telah memilih Kabupaten Kupang sebagai wilayah sasaran kegiatan.
Kami berharap program ini bisa diaplikasikan di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kupang,” ujar Yosef Lede.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebencanaan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, kerja kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat harus terus diperkuat agar strategi penanggulangan bencana berbasis komunitas dapat berjalan maksimal.
Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses mitigasi risiko.
Dukungan Internasional untuk Program Kebencanaan Kupang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










