Ia menambahkan bahwa kondisi kapela lama yang dibangun sejak tahun 1978 sudah tidak lagi memadai. Selain faktor usia bangunan, kapasitas gedung lama yang hanya berukuran 6 x 18 meter tidak mampu menampung jumlah umat yang terus bertambah.
Saat ini, jumlah umat di Kapela St Yohanes Oekabiti diperkirakan mencapai sekitar 600 jiwa.
Pertumbuhan jumlah umat tersebut menjadi salah satu alasan utama percepatan pembangunan gedung kapela yang baru agar aktivitas ibadah dapat berlangsung lebih nyaman dan aman.
Bank NTT berharap bantuan CSR ini dapat meringankan beban umat sekaligus mempercepat penyelesaian pembangunan kapela.
Program CSR Bank NTT sendiri selama ini dikenal aktif menyasar sektor sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan rumah ibadah di berbagai wilayah NTT.
Penyaluran bantuan CSR ini juga menjadi bukti sinergi antara lembaga perbankan daerah dan pemerintah provinsi dalam mendukung pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Kehadiran Bank NTT tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah yang peduli terhadap nilai-nilai sosial dan keagamaan.
Tim dari Bank NTT Cabang Oelamasi yang turut menyerahkan bantuan tersebut antara lain Deddy Manu, Monika Fua, dan Arny Keraf.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










