Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Kasus TPPO di Kabupaten Kupang Mengkhawatirkan, Wabup Aurum Titu Eki Akui Angka PMI Bermasalah Masih Tinggi

Avatar photo
Reporter : Makson Saubaki
Kasus TPPO di Kabupaten Kupang Mengkhawatirkan, Wabup Aurum Titu Eki Akui Angka PMI Bermasalah Masih Tinggi.
Kasus TPPO di Kabupaten Kupang Mengkhawatirkan, Wabup Aurum Titu Eki Akui Angka PMI Bermasalah Masih Tinggi.

Kupang, KBC — Pemerintah Kabupaten Kupang mengakui bahwa kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan lintas sektor dan berkelanjutan.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Pekerja Migran yang digelar secara hybrid di Ruang Rapat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (20/01/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!
Baca Juga:  Target PAD Kabupaten Kupang Tembus Rp100,6 Miliar, Bupati Yosef Lede Tekankan Kreativitas Daerah Hadapi Tekanan Fiskal
Ingin Punya Website?   Hubungi Kami!!!

Rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis dalam rangka evaluasi penanganan PMI sekaligus penguatan langkah pencegahan TPPO di wilayah NTT, yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang PMI terbesar di Indonesia.

NTT Darurat PMI Bermasalah dan TPPO
Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Ketua DPRD Provinsi NTT serta Kepala Dankodaeral VII Kupang.

Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala daerah se-NTT, unsur Forkopimda, serta diikuti secara daring oleh jajaran Kepala Kejaksaan Negeri dan Kapolres se-NTT.

Baca Juga:  Sejarah Baru Pemerintahan Indonesia, Bupati Kupang Percayakan 24 Camat dan 17 Lurah kepada Alumni IPDN

Dalam arahannya, Gubernur Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa persoalan PMI di NTT bukan sekadar isu ketenagakerjaan, melainkan persoalan struktural yang berkaitan erat dengan kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, rendahnya literasi migrasi aman, hingga ketimpangan akses ekonomi di wilayah pedesaan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com

+ Gabung


Powered By NusaCloudHost