Pertemuan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Yoel Midel Laitabun.
Dalam keterangannya, Yoel menyambut baik langkah kolaboratif ini sebagai upaya mencari solusi konkret.
Menurutnya, Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak.
“Upaya menekan angka kematian ibu dan anak harus dilakukan bersama-sama. Secara teknis memang ada di Dinas Kesehatan, tetapi untuk menemukan solusi harus ada perencanaan matang dan dukungan lintas sektor,” ungkap Yoel.
Yoel juga menyampaikan bahwa angka kematian ibu di Kabupaten Kupang menunjukkan tren positif.
“Pada Juni 2025 tercatat hanya tiga kasus. Ini lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang sangat tinggi. Penurunan ini merupakan bukti kerja keras tenaga kesehatan di lapangan,” tegasnya.
UNICEF Tegaskan Dukungan Berkelanjutan
Health Specialist UNICEF untuk NTT/NTB, dr. Vama Crisnandarmani Taolin, MPH, menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk percepatan penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir.
“Penurunan kasus membutuhkan upaya panjang, berkelanjutan, dan kolaboratif. Tidak hanya sektor kesehatan, tetapi juga masyarakat, pemerintah daerah, mitra pembangunan, hingga komunitas media,” jelas dr. Vama.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










