Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Alarm Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Kupang, UNICEF dan IBI NTT Turun Tangan Cari Solusi

Avatar photo
Reporter : Makson Saubaki
Alarm Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Kupang, UNICEF dan IBI NTT Turun Tangan Cari Solusi.
Alarm Kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Kupang, UNICEF dan IBI NTT Turun Tangan Cari Solusi.

Pertemuan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Yoel Midel Laitabun.

Dalam keterangannya, Yoel menyambut baik langkah kolaboratif ini sebagai upaya mencari solusi konkret.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Menurutnya, Dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak.

“Upaya menekan angka kematian ibu dan anak harus dilakukan bersama-sama. Secara teknis memang ada di Dinas Kesehatan, tetapi untuk menemukan solusi harus ada perencanaan matang dan dukungan lintas sektor,” ungkap Yoel.

Baca Juga:  Perjalanan Ekstrem Tak Surutkan Semangat! Bank NTT Salurkan CSR untuk Pembangunan Pagar GMIT Betel Saukibe

Yoel juga menyampaikan bahwa angka kematian ibu di Kabupaten Kupang menunjukkan tren positif.

“Pada Juni 2025 tercatat hanya tiga kasus. Ini lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang sangat tinggi. Penurunan ini merupakan bukti kerja keras tenaga kesehatan di lapangan,” tegasnya.

UNICEF Tegaskan Dukungan Berkelanjutan

Health Specialist UNICEF untuk NTT/NTB, dr. Vama Crisnandarmani Taolin, MPH, menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk percepatan penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir.

“Penurunan kasus membutuhkan upaya panjang, berkelanjutan, dan kolaboratif. Tidak hanya sektor kesehatan, tetapi juga masyarakat, pemerintah daerah, mitra pembangunan, hingga komunitas media,” jelas dr. Vama.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com

+ Gabung


Powered By NusaCloudHost