Kupang, KBC – Gelombang penolakan terhadap kenaikan gaji dan tunjangan DPR RI tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga menyebar hingga ke daerah, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dua bentuk aksi keprihatinan lahir di Kupang: Doa Bersama Untuk Negeri yang digagas Pemerintah Provinsi NTT dan aksi demonstrasi mahasiswa dari kelompok Cipayung bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) beberapa perguruan tinggi.
Keduanya sama-sama membawa pesan penting: hentikan kekerasan, tolak kebijakan yang merugikan rakyat, dan kawal aspirasi masyarakat demi kedamaian bangsa.
Doa Bersama: Pesan Perdamaian dari Gubernur NTT
Minggu (31/8/2025) malam, ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTT berkumpul di depan Kantor Gubernur NTT untuk mengikuti Doa Bersama Untuk Negeri.
Acara ini digagas secara spontan sebagai respon atas situasi nasional yang tengah memanas. Hadir pula para tokoh lintas agama:
- Katolik: Romo Faris Paut (Keuskupan Agung Kupang)
- Islam: Muhammad S. Wongso (Ketua MUI NTT)
- Buddha: Indra Effendy (Ketua Permabudhi NTT)
- Hindu: Wayan Darmawa (Ketua PHDI NTT)
- Protestan: Pdt. Zimrat Karmany (Sinode GMIT)
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam seruannya menekankan pentingnya mengakhiri kekerasan di tanah air.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










