Imam Sudjarwo, Direktur CSR PT SCM Tbk sekaligus Ketua Umum YPP SCTV-Indosiar, menegaskan bahwa program ini adalah salah satu bentuk nyata pelayanan kasih.
“Kegiatan dua hari ini adalah misi kemanusiaan untuk menyelamatkan pasien dari derita katarak.
Kami berterima kasih atas kolaborasi semua pihak yang memungkinkan program ini berjalan,” jelas Imam.
Dari Doa Para Suster, Lahirlah Harapan
Tak banyak yang tahu, ide mulia ini bermula dari kerinduan sederhana para suster Kongregasi Puteri Reinha Rosari.
Suster Wilhelmin, pencetus program, menuturkan bahwa sering kali mereka menjumpai banyak lansia yang hidup dengan keterbatasan penglihatan akibat katarak.
“Keinginan menolong saja tidak cukup. Kami butuh dukungan dana, tenaga medis, dan kolaborasi.
Puji Tuhan, banyak pihak mau bergandeng tangan. Inilah karya pelayanan kasih yang nyata,” ujarnya dengan mata berbinar.
Menariknya, kegiatan ini semula direncanakan berlangsung di TTU (Timor Tengah Utara), namun Tuhan menuntun agar terlaksana di RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang.
“Rencana Tuhan selalu indah. Bahkan pasien dari luar Timor pun datang untuk mendapatkan pelayanan gratis ini,” imbuh Suster Wilhelmin.
Kisah Pasien: Dari Kabut Menuju Cahaya
Di balik angka 400 pasien, tersimpan kisah personal penuh emosi. Salah satunya adalah Kornelis Selan, lansia asal Desa Salbait, Kecamatan Molo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










