Kupang, KBC – Senja 17 Agustus 2025 di halaman Kantor Bupati Kupang terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Cahaya keemasan matahari sore menyinari Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, yang tampil anggun memimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih. Yang membuat momen ini istimewa, putri dari mantan Bupati Kupang Ayub Titu Eki itu memilih busana adat kebesaran Rote Ndao, lengkap dengan motif khas yang sarat makna budaya.
Pakaian adat tersebut menampilkan keanggunan sekaligus wibawa seorang pemimpin perempuan.
Aurum dengan percaya diri berdiri tegap sebagai Inspektur Upacara (Irup), mendampingi derap langkah tegas para anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) yang bertugas menurunkan Sang Saka Merah Putih.
“Puji Tuhan, pelaksanaan upacara penurunan berjalan lancar. Paskibraka menjalankan tugas dengan baik, dan acara tambahan juga berlangsung meriah,” ujar Aurum Titu Eki dengan senyum hangat usai memimpin jalannya upacara.
Warna Budaya dalam Dua Upacara
Jika pada pagi hari Bupati Kupang, Yosef Lede, tampil gagah dengan busana adat kebesaran Sabu Raijua bernuansa kuning keemasan dan hitam, maka sore harinya giliran Aurum yang mencuri perhatian.
Dengan balutan kain tenun dan aksesori adat khas Rote Ndao, ia menghadirkan nuansa budaya yang begitu kuat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










