Kupang, KBC – Angin kencang di Pulau Timor biasanya menjadi momen menyenangkan untuk anak-anak bermain layang-layang. Namun, di balik keceriaan itu, tersembunyi ancaman serius terhadap pasokan listrik dan bahkan keselamatan jiwa.
Kisah heroik para petugas PLN Kupang yang bertaruh nyawa demi menjaga listrik tetap menyala ini menjadi peringatan keras bagi kita semua.
Pemeliharaan Darurat di Tengah Ancaman Angin
Petugas dari PLN Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Kupang melakukan pemeliharaan darurat pada Jaringan Transmisi 70kV di Tower 7, Jalur 1, antara Maulafa dan Naibonat.
Mereka membersihkan benang dan layang-layang yang tersangkut di kabel—sebuah pekerjaan berisiko tinggi yang memakan waktu hingga empat jam.
Di ketinggian puluhan meter, para petugas memanjat dan merayap di atas kabel yang bergoyang, hanya berpegangan pada peralatan keselamatan.
Tiupan angin kencang yang datang tiba-tiba bisa mengganggu keseimbangan kapan saja.
Glenn Enro Messakh: “Seperti Digantung di Antara Langit dan Bumi”
Salah satu petugas PLN, Glenn Enro Messakh, menceritakan pengalamannya dengan logat khas Kupang.
“waktu angin datang, konduktor ini bergoyang pelan. Badan rasa ikut berayun di udara, seperti digantung antara langit dan bumi tanpa pijakan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










