Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dugaan Permainan Kotor di Balik Pengadaan Sapi di Desa Ekteta, Warga: Sapi Tidak Sesuai RAB

Avatar photo
Reporter : Makson Saubaki
Dugaan Permainan Kotor di Balik Pengadaan Sapi di Desa Ekteta, Warga: Sapi Tidak Sesuai RAB.
Dugaan Permainan Kotor di Balik Pengadaan Sapi di Desa Ekteta, Warga: Sapi Tidak Sesuai RAB.

Kupang, KBC — Dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan program ketahanan pangan kembali mencuat di Kabupaten Kupang. Kali ini, keluhan datang dari warga Dusun III Fatuoni, Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, yang menyoroti kejanggalan dalam pengadaan ternak sapi yang dikelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Ketahanan Pangan Desa Ekateta.

Adalah Oktofianus Kabnani, salah satu warga penerima manfaat, yang mengungkapkan keprihatinannya terhadap mekanisme pembagian sapi yang menurutnya jauh dari transparan dan tidak sesuai kesepakatan awal.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!
Baca Juga:  Gubernur NTT dan Bupati Kupang Ikuti Arahan Presiden Prabowo Perkuat Swasembada Pangan Nasional
Ingin Punya Website?   Hubungi Kami!!!

“Waktu sosialisasi di kantor desa, TPK bilang kami penerima sapi harus ikut belanja dan pilih sendiri sapinya, mereka yang bayar.

Tapi kenyataannya kami tidak diajak. Tiba-tiba sapi langsung diturunkan dan dibagikan ke kami tanpa tahu asal usulnya,” ungkap Oktofianus kepada media, Kamis (7/8/2025).

Sapi Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Nilai Tak Masuk Akal

Dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibagikan kepada warga, disebutkan bahwa harga per ekor sapi ditetapkan sebesar Rp8.000.000.

Baca Juga:  Sejarah Baru di Penghujung 2025: Bupati Kupang Lantik Kakak Beradik dan Pasutri Alumni STPDN Jadi Camat

Namun, sapi-sapi yang diterima warga disebut tidak sesuai standar dan layak tolak karena diduga tidak sebanding dengan harga tersebut.

“Kami nilai sapi-sapi ini tidak sesuai standar.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com

+ Gabung


Powered By NusaCloudHost