Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Dua Berkas Cahaya dari Selatan Amarasi

Avatar photo
IMG 20250804 093124 1
Oleh: Heronimus Bani
Pemulung Aksara

Di sebuah ruangan beratapkan asa dan berdinding kilau keringat, berkumpullah para penabur cita, para penjaga api negeri, dan dua anak dari Selatan — Angelus dan Nono, yang datang membawa cahaya dari bukit dan lembah.

Dari Amarasi Selatan, tempat angin berbisik di balik Fatubraon yang bertulang batu, dan debur pantai Teres mengajari anak-anak mengeja keberanian.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!
Baca Juga:  Polres Kupang Bangun Gedung Satreskrim dan PPA

Angelus Nitti dan Caesar Tnunay melangkah dengan sepatu penuh debu perjuangan, menuju podium di mana harapan diberi nama.

Angelus, sang pemecah teka-teki langit, menganyam angka-angka dalam Liga Matematika Nasional, hingga jatuhlah medali perak ke dadanya seperti bintang kecil yang mencium bumi.

Nono, si penjelajah digital dari SD Buraen 1, menari bersama kode-kode dan algoritma, dan ketika semua layar telah padam, tinggallah ia dengan medali perunggu yang berpendar dari jemari mungilnya.

Bupati Kupang berdiri, Yosef Lede, SH
mata awasnya menyimpan serpihan kenangan. Ia menunduk, mencium kening anak-anak itu, bukan sekadar penghormatan, tapi pemeteraian mimpi bangsa di daerah yang kadang terplesetkan

Baca Juga:  Kapolres Kupang Apresiasi Kinerja Personel, Pengamanan Natal 2025 Berjalan Aman dan Kondusif

Saat hidungnya menyentuh hidung dan dahi kedua anak ini, tembok-tembok ruangan seperti tersenyum, angin di luar pun berhenti sejenak,
mendengar doa diam yang terucap dalam pelukan pemimpin dan murid.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com

+ Gabung


Powered By NusaCloudHost