Kupang, KBC — Komitmen menjaga warisan budaya terus digaungkan Pemerintah Desa (Pemdes) Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang.
Salah satu bentuk nyatanya adalah mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp9.000.000 khusus untuk kelompok tenun ikat lokal, sebagai langkah konkret dalam melestarikan motif kain khas Amfoang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di pedesaan.
Kepala Desa Manubelon, Anton Tak, menjelaskan bahwa perhatian terhadap sektor tenun ini adalah bentuk dukungan terhadap perempuan dan kelompok masyarakat yang aktif berkontribusi dalam peningkatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Ia menekankan bahwa semangat ibu-ibu penenun harus terus dibangkitkan, bukan hanya untuk penghasilan keluarga, tetapi juga sebagai penjaga identitas budaya Amfoang.
“Kami harap alokasi anggaran ini bisa menjadi pemicu semangat bagi ibu-ibu untuk meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus melestarikan budaya lokal,” ujarnya saat ditemui media, Jumat (1/8/2025).
Proses Tradisional yang Sarat Makna
Saat ini, kelompok tenun ikat Manubelon yang didampingi oleh Tim Penggerak PKK Desa tengah menjalani proses awal produksi yaitu “Lolong Benang “, istilah lokal untuk tahapan menghani atau meluruskan benang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










