(Untuk Rofinta Boko dan Afrince Manek, guru honorer di Kabupaten Kupang)
Dua puluh tahun tak berbilang,
Langkah sunyi tanpa gemilang.
Di kelas-kelas sederhana mereka berdiri, Menjadi pelita di tengah redupnya negeri.
Tak berseragam kehormatan negara, Namun hatinya berselimut cinta. Mengajar bukan demi upah dan nama, Tapi demi anak bangsa yang mereka terima.
Rofinta dan Afrince, teguh seperti karang, Meski usia menua dan tubuh tak lagi bertenaga garang.
Mereka tetap hadir,
Membawa harapan agar murid tak sekadar hadir.
Kini akhirnya surat itu datang,
Di tangan renta tapi hati lapang.
PPPK bukan sekadar status atau gaji, Melainkan pengakuan atas dedikasi yang suci.
Kupang bersaksi,
Bahwa pengabdian tak selalu dilupakan negeri.
Di ujung usia, mereka tak hanya dikenang, Tapi disambut dengan hormat dan gemilang.
Selamat, Ibu Rofinta. Selamat, Ibu Afrince.
Langit tak pernah abai pada cahaya kecil yang konsisten.
Dan semesta pun akhirnya tahu,
Betapa berharganya kesetiaanmu.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










