Kupang, KBC — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini diharapkan menjadi solusi peningkatan kualitas gizi siswa, justru berubah menjadi mimpi buruk di SMP Negeri 8 Kota Kupang.
Sebanyak 66 siswa harus dilarikan ke rumah sakit pada Selasa, 22 Juli 2025, setelah mengeluhkan gejala pusing, mual, muntah, hingga diare parah usai menyantap makanan MBG sehari sebelumnya.
Salah satu orang tua siswa, Yoldy Gasper, mengungkapkan bahwa anaknya, Daniel Gasper yang duduk di kelas VII A, sempat mengeluh pusing setelah makan MBG.
Awalnya, Yoldy mengira keluhan itu akibat anaknya terlalu lama bermain HP. Namun pukul 3 dini hari, kondisi anaknya memburuk.
“Dia bolak-balik ke toilet, perutnya sakit luar biasa.
Saya suruh istirahat di rumah, tapi dia ngotot mau ke sekolah. Tidak lama saya dapat telepon, katanya anak saya sudah diinfus di RSUD SK Lerik,” ujar Yoldy geram.
Lebih lanjut, Yoldy berharap pihak sekolah melakukan pengawasan ketat terhadap makanan yang disuplai oleh vendor.
Ia menyoroti ketidakjelasan soal waktu produksi dan kualitas bahan makanan.
“Tahu yang anak saya makan katanya sudah asam, nggak enak. Sayurnya juga tidak layak makan,” tegasnya.
Senada dengan Yoldy, Keisya Bella, siswi kelas VIII I SMPN 8, turut merasakan gejala serupa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










