Kupang, KBC – Bencana memang tidak dapat diprediksi secara pasti, namun kesiapsiagaan bukan sekadar soal keberuntungan, melainkan tanggung jawab bersama.
Dalam momentum peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-78, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Sobat BMKG, untuk meningkatkan pemahaman dan aksi nyata dalam menghadapi potensi bencana.
Dengan mengusung semangat “Dari Peringatan Dini ke Aksi Dini”, BMKG terus berinovasi memperkuat sistem informasi dan teknologi kebencanaan.
Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana.
Menurutnya, meskipun bencana semakin sering terjadi, namun sepanjang hidup kita justru lebih banyak menerima karunia alam. Maka, kesiapan harus dibangun sejak dini agar pembangunan tetap berkelanjutan.
“Bencana memang makin sering terjadi. Namun, jika kita melihat keseluruhan waktu kehidupan, peristiwa tersebut hanya terjadi pada nol-koma-sekian persen saja.
Sementara di 99% sisa waktu yang ada, kita justru menerima karunia alam yang luar biasa. Maka, kesempatan untuk membangun tetap terbuka luas,”kata Dwikorita Karnawati.
Empat Sistem Peringatan Dini Andalan BMKG
1. Earthquake Early Warning System (EEWS)
Sistem ini mampu memberikan peringatan 5–10 detik sebelum guncangan besar gempa terasa. Meski terlihat singkat, waktu tersebut sangat krusial untuk menyelamatkan diri dan mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










