Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

20 Tahun Mengabdi Tanpa Status, Dua Guru Honorer di Kupang Akhirnya Diangkat PPPK di Ujung Usia

Avatar photo
Reporter : Makson Saubaki
IMG 20250722 184824

Kupang, KBC — Di tengah sorotan lampu Aula Rapat Bupati Kupang prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dua sosok guru perempuan tampil mencuri perhatian.

Mereka bukan pejabat atau tokoh publik, tetapi dua pahlawan tanpa tanda jasa yang telah puluhan tahun mengabdi di dunia pendidikan tanpa pamrih, tanpa status hingga akhirnya harapan itu datang, meski di ujung usia.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!
Baca Juga:  Sejarah Baru Pemerintahan Indonesia, Bupati Kupang Percayakan 24 Camat dan 17 Lurah kepada Alumni IPDN
Ingin Punya Website?   Hubungi Kami!!!

Rofinta Boko, 52 tahun, guru honorer asal Ende yang kini mengabdi di SD Inpres Kuka, Kecamatan Sulamu, menjadi simbol keteguhan hati seorang pendidik.

Sejak tahun 2010, ia telah melewati berbagai tantangan, dari keterbatasan fasilitas, gaji seadanya, hingga ketidakpastian status. Namun satu hal yang tak pernah berubah: semangatnya untuk mencerdaskan anak-anak pelosok.

“Saya sudah mengabdi 17 tahun. Kalau Tuhan kasih umur panjang, saya masih punya waktu delapan tahun lagi untuk melayani anak-anak bangsa,” ucap Rofinta dengan mata berkaca-kaca, menahan haru.

Baca Juga:  Bupati Kupang Dorong Cara Baru Perkuat Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan Desa

Ia mengawali pengabdian sebagai guru honorer di SDK Wafuneso, Ende. Namun karena mengikuti suaminya yang juga seorang pendidik, ia pindah ke Kupang dan terus melanjutkan dedikasinya di daerah terpencil.

Di ruang kelas sederhana, Rofinta tak hanya mengajar mata pelajaran, tetapi juga menyemai nilai-nilai karakter, kejujuran, dan cinta kasih.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com

+ Gabung


Powered By NusaCloudHost