Kupang, KBC — Di tengah sorotan lampu Aula Rapat Bupati Kupang prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dua sosok guru perempuan tampil mencuri perhatian.
Mereka bukan pejabat atau tokoh publik, tetapi dua pahlawan tanpa tanda jasa yang telah puluhan tahun mengabdi di dunia pendidikan tanpa pamrih, tanpa status hingga akhirnya harapan itu datang, meski di ujung usia.
Rofinta Boko, 52 tahun, guru honorer asal Ende yang kini mengabdi di SD Inpres Kuka, Kecamatan Sulamu, menjadi simbol keteguhan hati seorang pendidik.
Sejak tahun 2010, ia telah melewati berbagai tantangan, dari keterbatasan fasilitas, gaji seadanya, hingga ketidakpastian status. Namun satu hal yang tak pernah berubah: semangatnya untuk mencerdaskan anak-anak pelosok.
“Saya sudah mengabdi 17 tahun. Kalau Tuhan kasih umur panjang, saya masih punya waktu delapan tahun lagi untuk melayani anak-anak bangsa,” ucap Rofinta dengan mata berkaca-kaca, menahan haru.
Ia mengawali pengabdian sebagai guru honorer di SDK Wafuneso, Ende. Namun karena mengikuti suaminya yang juga seorang pendidik, ia pindah ke Kupang dan terus melanjutkan dedikasinya di daerah terpencil.
Di ruang kelas sederhana, Rofinta tak hanya mengajar mata pelajaran, tetapi juga menyemai nilai-nilai karakter, kejujuran, dan cinta kasih.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










