Kupang, KBC — Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti warga Desa Nefoneut dan Letkole, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, pada Senin (7/7) malam.
Di tengah gemuruh doa dan sorak syukur yang terdengar dari Gereja Bet’el Nuatutu di Desa Letkole, satu momen bersejarah akhirnya terjadi: untuk pertama kalinya dalam sejarah, lampu-lampu menyala di rumah warga.
Listrik PLN resmi masuk dan mengaliri kedua desa yang selama ini hidup dalam gelap saat malam tiba.
Penyalaan perdana listrik dilakukan langsung oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, yang didampingi para pejabat PLN, anggota DPRD, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dengan senyum lebar dan nada suara yang penuh harapan, Yosef Lede menyebut hari itu sebagai tonggak perubahan bagi masa depan Amfoang.
“Ini adalah wujud nyata dari mimpi besar kita bersama. Saya percaya bahwa listrik bukan sekadar penerangan.
Ini adalah pintu masuk bagi perubahan, pendidikan, dan kemajuan,” kata Yosef Lede dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah warga.
Cahaya Harapan dari Pinggiran Negeri
Malam itu, Nefoneut dan Letkole tak lagi gelap. Anak-anak bisa belajar di bawah lampu, bukan lampu pelita. Ibu-ibu bisa memasak sambil mendengarkan berita dari radio.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










