Kupang, KBC – Memasuki akhir Juni 2025, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang kembali mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Tiga Harian untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Peringatan ini berlaku dari 30 Juni hingga 2 Juli 2025 dan menyoroti potensi bahaya angin kencang serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah NTT telah memasuki Musim Kemarau, ditandai dengan aktifnya Angin Monsoon Timur yang kering dan membawa udara dingin dari Australia.
Keadaan ini diperparah dengan munculnya fenomena atmosfer global seperti Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Equatorial Rossby yang saat ini terpantau aktif di wilayah NTT.
Kedua fenomena tersebut menyebabkan peningkatan pembentukan awan, yang pada kondisi tertentu bisa memicu cuaca ekstrem.
“Meski kita sedang berada di musim kemarau, aktivitas atmosfer global membuat dinamika cuaca menjadi tidak menentu. Kelembaban udara di lapisan atas (700 mb dan 500 mb) terpantau cukup basah, dan suhu muka laut yang hangat turut menambah uap air di atmosfer,” Tulis BMKG melalui laman Facebook Info BMKG El Tari, Senin (30/6).
Kondisi ini menyebabkan beberapa wilayah di NTT berpotensi mengalami angin kencang dengan karakteristik kering.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










