Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 99S di Selatan Pulau Bali dan NTT, Ini Dampaknya!

Avatar photo
Reporter : Makson Saubaki
Foto. BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 99S di Selatan Pulau Bali dan NTT, Ini Dampaknya!.
Foto. BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 99S di Selatan Pulau Bali dan NTT, Ini Dampaknya!.

Kupang, KBC — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan bibit siklon tropis 99S, Senin (13/1/2025).

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan, sistem tersebut berada di Samudera Hindia selatan Pulau Bali.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Sebelum berkembang menjadi bibit siklon tropis, BMKG sudah mendeteksi suspect area berupa tropical disturbance atau gangguan tropis di bagian selatan NTT pada Jumat (10/1).

Baca Juga:  Komitmen Nyata untuk Kesehatan Rakyat: Pemkab Kupang Raih UHC Award 2026 Tingkat Nasional

Saat ini, bibit siklon tropis 99S bergerak dengan kecepatan angin maksimum 15 knot atau 28 kilometer per jam yang terpantau di selatan sistem dan memiliki tekanan minimum 1006 hPa.

Menurut Andri Ramdhani, bahwa berdasarkan pengamatan citra satelit dalam 12 jam terakhir terlihat bahwa pertumbuhan awan-awan konvektif di sekitar sistem masih sporadis menyebar di sekitar sistem.

“Belum menunjukkan pola perawanan khas siklogenesis (pembentukan siklon),” katanya.

Dijelaskan Andri, analisis angin perlapisan saat bibit siklon tropis 99S terbentuk menunjukkan, pola sirkulasi siklonik (putaran angin) masih melebar di lapisan permukaan hingga rendah (10m-850hPa).

Baca Juga:  Resmi! BKN Terbitkan Aturan Baru Seragam Batik Korpri 2026, ASN Wajib Pakai di Hari-Hari Ini

Faktor lainnya adalah kelembapan udara yang cukup basah di setiap lapisan sebesar 70-90 persen.

“Kondisi yang kurang mendukung proses siklogenesis, yaitu konvergensi lapisan bawah dan divergensi lapisan atas dalam kategori lemah (5 s-1), vortisitas dalam kategori lemah, vertical wind shear (vws) dalam kategori sedang kuat (15-20 knot),” imbuh Andri.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com

+ Gabung


Powered By NusaCloudHost