Kupang, KBC — Dalam rangka mengendalikan kasus Deman Berdarah (DBD) di Kota Kupang, kita pemerintah Kota Kupang terus melanjutkan program Wolbachia.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kupang, Tiurmasari E. Saragih.
“Saat ini kita Kota Kupang, sedang melanjutkan program Penerapan teknologi program Wolbachia dalam upaya pengendalian demam berdarah.
Kota Kupang termasuk di dalam 5 kota di Indonesia yang menerapkan teknologi program Wolbachia.
Tahun kemarin Kita sudah menerapkan di Kecamatan
Oebobo dan tahun ini, kita lanjutkan di Kecamatan Maulafa
dan Kecamatan Kelapa Lima.
Kami himbau kepada masyarakat Mari kita dukung karena sudah membuktikan dengan penerapan teknologi wolbachia akan menurunkan kasus demam berdarah dan rawat inap demam berdarah,”jelasnya.
Dikatakan Tiurmasari E. Saragih, bahwa harapannya seluruh Kota Kupang bisa menerapkan teknologi wolbachia secara bertahap.
Penerapan teknologi Wolbachia
adalah mengawinkan nyamuk yang memiliki bakteri Wolbachia
yang pada dasarnya memang ada pada serangga termasuk dengan serangga nyamuk, lalat dan serangga buah.
“Ketika di dalam perkembangannya telur nyamuk menjadi dewasa Virus dengue pada tubuh nyamuk aedes aegypti tertahan dan tidak tumbuh virus dengue.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










