Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Cerita Anak dari Kabupaten Belu NTT, Lolos Catar Akpol Tahun 2024, Sempat 2 Kali Gagal Tes

Avatar photo
Reporter : Makson Saubaki Editor: Redaktur
Foto. Cerita Anak dari Kabupaten Belu NTT, Lolos Catar Akpol Tahun 2024, Sempat 2 Kali Gagal Tes.
Foto. Cerita Anak dari Kabupaten Belu NTT, Lolos Catar Akpol Tahun 2024, Sempat 2 Kali Gagal Tes.

Kota Kupang, KupangBerita.com , — Bintang Lijaya (20) saat ini sedang mengikuti serangkaian seleksi di Calon Taruna (Catar) di Akademi Kepolisian Semarang. Pemuda yang sering disapa Bintang ini merupakan putra asli Atambua, blesteran Cina – Rote.

Diketahui Bintang Lijaya, asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur bercita, cita menjadi seorang anggota Polisi.

Mimpinya menjadikan anggota polisi tidaklah diberi jalan mudah. Meski 2 kali gagal tes tak mematahkan semangatnya ia bangkit dan terus berjuang.

Putra tunggal dari 2 bersaudara dari pasangan Kondradus Lijaya dan Dewi Arimbi Ballo ini lahir di Lakafehan, 02 September 2003. Ia merupakan alumni SMA Surya Atambua Tahun 2021.

Diceritakan, Dewi Arimbi Ballo bahwa anaknya Bintang Lijaya termotivasi menjadi anggota Polri sejak kelas 3 di SMA.

Baca Juga:  Tunggak Gaji PPPK 4 Bulan, Anggota DPR RI Geram, BPKAD Kabupaten Kupang Kerja Lembur

“Lebih termotivasi lagi karena kedua saudarinya pasca tamat SMA melanjutkan kuliah. Dan Bintang ini anak bungsu dari 3 bersaudara,” ungkap Dewi Ballo, kepada media melalui sambungan telephon, Minggu (07/7) malam.

Menurut Dewi Ballo, bahwa anaknya sudah 3 kali ikut seleksi Akpol dan kali ketiga baru berhasil. Memang semuanya butuh proses perjuangan yang panjang.

Bintang tamat SMA tahun 2021 dan sempat menganggur 1 tahun, awalnya kami orang tua arahkan untuk ikut seleksi Bintara saja, namun niat Bintang sendiri maunya Akpol.

“Awalnya, saya dan bapaknya merasa berat turuti keinginan Bintang kerena kami rasa masuk Akpol ini berat.

Bahkan bapaknya berkali – kali ajak bintang untuk tekuni hasil usaha yang saat ini kami lakoni. Tetapi Bintang menolak. Dia sempat bilang kalau orang tua pengusaha masa harus paksa anak ikut pengusaha juga, itu tidak bisa,” ungkap Dewi Menirukan ucapan anaknya.

Baca Juga:  Rabies Merebak di Kupang NTT, 1 Korban Meninggal Pasca Digigit Anjing

Lebih lanjut ibunda Bintang mengatakan, kesungguhan Bintang harus ikut seleksi Akpol, kami orang tua turuti saja dan memberikan motivasi. Kesempatan 1 tahun nganggur kami dorong untuk ikut bimbel seleksi Kupang selama 1 bulan.

Selesai ikut bimbel, tahun 2022 dan 2023 secara berturut – turut ikut seleksi lagi, namun gagal. Seleksi awal dia gugur pada tahap psiko tes.

Tahun 2023 gugur di tingkat akhir karena nilai psiko tesnya hanya 65, sementara nila Akademiknya tertinggi se NTT.

“Selain itu, NISN pada ijazahnya salah ketik sejak SMP dan SMA, sehingga tidak terbaca di Dapodik Nasional dan ini ketahuan saat tes di Polda NTT.


Powered By NusaCloudHost