Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Diduga Kades di Kabupaten Kupang Intimidasi Warga Bila Tak Memilih Caleg Tertentu

Avatar photo
Reporter : Makson Saubaki Editor: Redaktur
Foto. Diduga Kades di Kabupaten Kupang Intimidasi Warga Bila Tak Memilih Caleg Tertentu.
Foto. Diduga Kades di Kabupaten Kupang Intimidasi Warga Bila Tak Memilih Caleg Tertentu.

Oelamasi, KupangBerita.com, — Diduga salah satu oknum Kepala Desa di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang mengintimidasi warga bila tak memilih Caleg DPRD Kabupaten Kupang yang ditentukan kepala desa.

Salah satu warga Dusun 2, Desa Silu yang tidak mau disebutkan namanya kepada media, Sabtu ( 10/02) mengungkapkan, bahwa bapak desa datang temui kami dan meminta kami untuk memilih salah satu Caleg DPRD Kabupaten Kupang tertentu.

“Jika kami memilih atau mencoblos Caleg lain, maka jaringan pipa air bersih dari Sumur Bor hasil Pokir DPRD tersebut akan di bongkar.

Saat ini kami sangat resah dengan bapak desa. Sejujurnya kami punya hak politik untuk menentukan pilihan kami.

Baca Juga:  Tak Cukup Bukti, Gakumdu Hentikan Kasus Dugaan Money Politik di Kabupaten Kupang

Anehnya kepala desa datang selalu intimidasi kami, kalau tidak pilih caleg jagoannya pipa air bersih akan dibongkar,”ungkap warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Dia juga mengungkapkan bahwa di wilayahnya ada 2 unit sumur bor yang satunya merupakan hasil pokir tahun 2022 sedangkan satu unit lagi merupakan sumur bor milik P2AT NTT.

“Sumur Bor hasil P2AT ini, kepala desa selalu menghindar bila di minta untuk menandatangani pelepasan hak atas tanah dari masyarakat ke P2AT NTT.

Sampai dengan saat ini sumur bor milik P2AT belum difungsikan karena terkendala pada pelepasan hak tanah.

Baca Juga:  Pemkot Kupang Gelar HLM TPID Triwulan I Jelang Hari Raya Paskah Dan Idul Fitri

Saat ini yang nikmati orang tertentu atau pemilik lahan, karena belum ada surat pelepasan hak maka tidak bisa digunakan secara umum,”bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Silu, Mikhael Takel, yang berhasil dikonfirmasi media, Minggu (11/02) membantah pernyataan warga dusun 2. “Saya tidak pernah bicara atau mengajak warga untuk memilih Caleg DPRD tertentu.

Terkait intimidasi atau ancaman membongkar jaringan perpipaan air bersih dari sumur bor itu juga tidak benar,” tegas Mikheal Takel.

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat punya hak politik untuk menentukan pilihannya.


Powered By NusaCloudHost