Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Indonesia Darurat Literasi, Anita Jacoba Gah Dorong Kemendikbudristek Gelar Workshop di Kupang

Avatar photo
Foto. Indonesia Darurat Literasi, Anita Jacoba Gah Dorong Kemendikbudristek Gelar Workshop di Kupang.
Foto. Indonesia Darurat Literasi, Anita Jacoba Gah Dorong Kemendikbudristek Gelar Workshop di Kupang.

Kota Kupang, Kupangberita.com, — Berdasarkan hasil penilaian dari UNESCO bahwa Indonesia saat ini darut literasi dengan perbandingan 1000 berbanding 1.

Artinya dari 1000 orang di Indonesia hanya 1 orang yang membaca. Dan kalau kita ada 250 juta orang berarti hanya 250 orang yang punya niat membaca.

Untuk itu, sebagai wakil rakyat saya mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia melaksanakan workshop pendidikan dengan tema “advokasi pemulihan dan tranformasi pembelajaran melalui penguatan literasi” di Kupang, Provinsi Nisa Tenggara Timur.

Hal tersebut di katakan oleh Anggota Komisi X Bidang Pendidikan, DPR RI, Anita Jacoba Gah, usai kegiatan Workshop, Kamis (12/10) di Hotel Aston Kupang.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh para Sepala Sekolah, guru dan para operator sekolah baik dari tingkat SD hingga SMP.

Baca Juga:  Menggelitik, Tanggapan Ketua FPRB Kabupaten Kupang Terhadap Laporan Pansus LKPJ Terkait Pengelolaan Bantuan Seroja

Lebih lanjut Anita Gah, mengatakan penguatan literasi di sekolah penting di lakukan guna meningkatkan mutu pembelajaran, mengingat indonesia merupakan negara dengan kategori darurat literasi.

Kita tahu bahwa Bangsa yang besar, berkualitas dan bermartabat di mata dunia itu berisi orang orang ber intelektual.

“Nah bagaimana bisa jika kita tidak punya minat membaca, hal ini yang menjadi dasar saya mendorong Kemendikbud Ristek untuk melakukan workshop di kupang hari ini,” kata Anita Gah.

Politis partai berlambang Mercy ini juga membeberkan bahwa minat baca masyarakat indonesia khususnya di NTT disebabkan oleh keterbatasan fasilitas perpustakaan pada satuan pendidikan.

Dia menyebutkan bahwa di kabupaten kupang ada 360 lebih sekolah tidak miliki gedung perpustakaan.

Bagaimana kita mau naikan minat baca pada anak- anak jika gedung perpustakaan di satuan pendidikan itu tidak ada.

Baca Juga:  Kisah Lurah di Kota Kupang Lolos Perhelatan Paralegal Justice Award 2024 Tingkat Nasional

“Kalau pun ada, itu darurat karna menggunakan ruang kelas atau ruang kepala sekolah. Selain itu buku bacaan yang bermutu untuk anak anak juga tidak tersedia,”Sebut Anita.

Lebih lanjut anggota komisi X DPR RI Fraksi Demokrat menyoroti peran Pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan mutu, kapasitas guru dan kepala sekolah sebagai kunci peningkatan literasi dengan dukungan penuh dari para orang tua wali murid.

Pemerintah daerah juga menurut nya harus memanfaatkan kebijakan anggaran untuk membangun fasilitas perpustakaan yang sesuai standar,dan layak.

“Anggaran sebesar 725 miliar yang tersedia untuk se-indonesia akan saya perjuangkan jika di dukung oleh pemerintah daerah melalui penyerapan aspirasi sebab saya adalah wakil rakyat.

Dana tersebut untuk menyediakan perpustakaan layak bagi anak anak dalam tingkatkan minat baca,”ungkapnya.


Powered By NusaCloudHost