Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kupang Meningkat, Kecamatan Kupang Tengah Terbanyak

Avatar photo
Foto. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kupang terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya dalam kurun waktu 2021 sampai 2022 terdapat 350 orang penderita.
Foto. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kupang terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya dalam kurun waktu 2021 sampai 2022 terdapat 350 orang penderita.

Kupangberita.com —- Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kupang terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya dalam kurun waktu 2021 sampai 2022 terdapat 350 orang penderita.

Sesuai data penyumbang terbanyak ada di Kecamatan Kupang Tengah. Hal tersebut di ungkapkan Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Kamis ( 22/12/2022) Kepada media Kupang Berita.com, usai menghadiri peringatan Hari AIDS Se-Dunia Tahun 2022 di SMPN 1 Kupang Tengah.

Dikatakan Jerry Manafe terkait masalah HIV/AIDS ini agar kita cepat ketahui maka jangan takut untuk melakukan pemeriksaan.

“Jadi kita harus periksa sehingga apabila tertular virus HIV/AIDS secara secapat mendapatkan obat.

Baca Juga:  Lowongan Kerja PT Freeport Indonesia, Posisi Business Process, Smelting & Refinery - HSE Instructor

Saat ini bisa melakukan pemeriksaan di Puskesmas. Tetapi untuk mengetahui Virus tersebut harus di Rumah Sakit.

Sehingga dapat memperoleh obat dan obat harus diminum secara rutin,”ungkap Jerry Manafe.

Disampaikan Jerry Manafe, terbukti dari hasil testimoni dari 2 orang ibu tadi, ternyata dulunya mereka terinfeksi HIV/AIDS sekarang virusnya sudah hilang atau tidak terdeteksi lagi.

Akan tetapi secara medis tidak boleh berhenti obat, karena virus tersebut hanya melemah dan tetap ada dalam tubuh.

“Ada hal positif yang disampaikan oleh 2 ibu tadi. Salah satunya tertular HIV/AIDS tetapi suami dan 2 orang anaknya tidak tertular HIV/AIDS dan ibu tersebut bingung bisa tertular virus tersebut.

Baca Juga:  Lowongan Kerja PT Freeport Indonesia, Posisi Business Process, Smelting & Refinery - HSE Instructor

Pada akhirnya ibu tersebut berobat secara rutin dan hingga saat ini virus tersebut tidak terdeteksi lagi dalam tubuhnya.

Sementara salah satu ibu lagi itu tertular dari suaminya, karena mungkin kurang konsumsi obat secara rutin dan meninggal.

Sampai saat ini ibu tersebut sudah sehat dan memiliki 1 orang anak dan anak tersebut tidak terinfeksi virus HIV/AIDS,”jelasnya.

Saya harapkan kepada semua masyarakat jangan takut untuk lakukan pemeriksaan. Sebab, apabila virus tersebut sudah banyak dalam tubuh maka obat tersebut tidak akan mempan lagi.***


Powered By NusaCloudHost