“TPID tingkatkan kinerjanya dengan cara-cara yang sistematis dan inovatif.
Jaga keseimbangan dalam tata kelola perekonomian agar produksi, distribusi dan konsumsi kita berada dalam suatu stabilitas dan mendorong dinamika yang tinggi.
Kembangkan spirit optimisme dan antusiasme yang tinggi. Percayalah perekonomian kita terus berkembang mewujudkan kehidupan yang sejahtera.
Jangan panik buy, jangan serbu dan jangan timbun karena semua itu akan berpengaruh negatif terhadap inflasi,”urainya.
Sementara Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, DR. Lerry Rupidara, M.Si menerangkan maksud dari penyelenggaraan rakor ini dalam rangka extra effort pengendalian inflasi di Provinsi NTT. Dan bertujuan untuk melakukan kerjasama, koordinasi dan mensinergikan pelaksanaan tugas TPID yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif dalam upaya pengendalian inflasi.
Selain itu, Asisten Manager dari Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT, Putra Rizki menambahkan bahwa TPID Kabupaten Kupang perlu aktifkan satgas pangan terutama menjelang hari raya natal dan tahun baru.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KupangBerita.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.