Menu

Mode Gelap

Berita · 6 Jun 2022 09:41 WITA ·

Kepala Sekolah, Istri dan Anak Keroyok Rekan Guru, Ini Sikap Kadis P dan K Kabupaten Kupang


					Foto. Guru Korban Pengeroyokan di SDN Oelbeba Anselmus Nalle. Perbesar

Foto. Guru Korban Pengeroyokan di SDN Oelbeba Anselmus Nalle.

Kupangberita.com — Kepala Sekolah SDN Oelbeba Aleksander Nitti, bersama Istrinya Enarna Manu dan anaknya Eleonora Manu ( guru honorer komite disekolah tersebut), secara bersama – sama mengeroyok sesama rekan guru hingga babak belur pada Selasa (31/05/2022.

Pengeroyokan itu berawal pada saat rapat Evaluasi kegiatan ujian sekolah. “Saya menanyakan terkait panitia ujian SD kelas 6 yang tidak mendapatkan layanan snack dari pihak sekolah.

Spontan, Kepala Sekolah tidak terima langsung pukul saya di bahu kiri belakang, tidak puasa dia ambil kursi pukul saya lagi saya hanya sili dan mendorong kursi hingga kepala sekolah jatuh,” ujar Anselmus Nalle, Minggu ( 05/06/2022) Kepada Kupang Berita di Desa Noelbaki.

“Saat itu juga anak Kepala Sekolah Eleonora Nitti, pukul saya pakai kayu dan teriak maki saya U** T** pukul kasih mati saya punya bapak.

Mendengar teriakan Eleonora, istri kepala sekolah datang dengan membawa, sebatang kayu dan batu. Dia secara membabi buta pukul saya. Dengan kedua tanggan saya berusaha melindungi kepala dan wajah saya.

Baca Juga:  Gubernur NTT Sebut Pemkab Kupang Bangun Pantai Wisata Teres Tidak ada Putaran Uang

Tak sanggup menahan kesakitan saya berusaha, lari keluar dari ruangan rapat dengan tujuan minta pertolongan. Namun, tak ada satupun warga di sekitar sekolah,”terang Ansel.

“Saat saya lari, Iwan kejar saya sambil lempar pakai batu. Lemparan tersebut kena saya punya paha kanan saat itu saya tidak bisa lari lagi.

Istri Kepala sekolah juga teriak suruh Iwan Pukul kasih mati saya. Saat itu saya dalam kesakitan dan takut datang lagi kepala sekolah memukul saya bertubi – tubi ke wajah saya,”ungkapnya.

“Pengeroyokan tidak berkahir seperti dalam video yang berdurasi 2,39 menit tersebut, dengan penuh kesakitan saya digiring ke ruang perpustakaan.

Di perpustakan saya mendapatkan pukulan lebih berat. Lebih sakitnya lagi, saya dipukul oleh mantan anak murid saya Goris Tanone sambil dia berkata. Pak Guru U** T** ini hari baru beta pukul lu ( ini hari baru saya pukul kau),”ujarnya.

Baca Juga:  Golkar, Nasdem PDIP dan Koalisinya Kuasai AKD DPRD Kabupaten Kupang

Tak tahan dengan pukulan yang betubi – tubi dengan sopoyongan saya lari dan panjat pagar sekolah lari menyelamatkan diri di kantor desa.

“Saat itu juga kepala Desa Oebola menyarankan saya untuk membuat laporan polisi. Saat situasi aman saya diantar oleh sekertaris desa dan membuat laporan polisi di polres kupang,”terangnya.

Sampai dengan saat ini korban masih merasakan kesakitan di bagian kepala, wajah, jari tangan kanan bengkak dan kedua pahanya memar biru kehitaman.

Terlebih istri dan anaknya mengalami trauma berat atas peristiwa pengeroyokan ini.

Foto. Korban Ansel Nalle,menunjuk bekas lemparan oleh Iwan pada paha kanan luar.

Foto. Korban Ansel Nalle, menunjuk bekas lemparan oleh Iwan pada paha kanan luar.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Imanuel Buan, saat di konfirmasi media dirinya sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Baca Juga:  Toko Bangunan Karunia Indah Oesao Siapkan Bahan Bagunan Super Lengkap

“Harusnya kepala sekolah bersyukur ada guru PNS yang mengabdi di sekolah tersebut, perbuatan tersebut sangat mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Kupang,” ujarnya.

“Korban sudah datang melapor peristiwa tersebut di dinas. Untuk sementara saya minta korban untuk berkantor di dinas dulu, sambil kita carikan sekolah untuk tempat korban.

Saya akan perintahkan tim turun periksa kepala Sekolah. Dan juga akan memberikan sanksi administrasi bagi kepala sekolah Aleksander Nitti,”tegasnya.

“Sedangkan, terkait korban sudah lapor di Polres Kupang, pada prinsipnya saya mendukung korban dalam mencari keadilan. Sehingga, para pelaku pengeroyokan dapat ditindak dengan hukuman yang berlaku,” ujarnya.

Hingga berita ini di turunkan Kepala Sekolah SDN Oelbeba Aleksander Nitti, awalnya ditelepon ada panggilan masuk, tapi tidak angkat, 5 menit kemudian ditelepon lagi, hpnya dinonaktifkan.**

 

 

 

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3.100 kali

Makson Saubaki badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Kupang Turunkan 46 Raiders Berlaga di Event Adventure Polres Belu

25 Juni 2022 - 21:34 WITA

Foto. Kaolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto S.I.K M.H, menurunkan 46 raiders berlaga di event adventure Polres Belu.( Foto Humas Polres Kupang).

Peserta Delegasi Rakerwil APEKSI Puji Pembagunan SPAM Kali Dendeng

24 Juni 2022 - 22:52 WITA

Viral, Seorang Pria Afghanistan Naik ke Puncak Jembatan Liliba

24 Juni 2022 - 22:21 WITA

Wakil Bupati Kupang Secara Resmi Buka Rapat Kerja GKII Wilayah Bali Nusra

24 Juni 2022 - 19:44 WITA

Foto. Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, memukul gong tanda dibukanya rapat GKII Wilayah Bali Nusra di GKII Jemaat Benohonis Oelbima, Desa Oebola.

Peran Pemkab Kupang dan Dekranasda NTT Dalam Mengembangkan UMKM Pasca Pandemi

23 Juni 2022 - 22:43 WITA

Foto. Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe dan Ketua Dekranasda NTT Ny. Julie Sutrisno Laiskodat.

Bupati Kupang Hadiri Ulang Tahun Ke 72 Gereja Paroki St.Yohanes Pemandi Buraen

23 Juni 2022 - 21:34 WITA

Trending di Berita