Menu

Mode Gelap

Berita · 12 Mei 2022 19:37 WITA ·

Kepala BNPB RI, Apresiasi Walikota Kupang dan Bupati Ende dalam Proses Penyaluran Stimulan Seroja


					Foto. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Suharyanto, saat lakukan Kunker Ke  NTT. Perbesar

Foto. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Suharyanto, saat lakukan Kunker Ke NTT.

Kupangberita.com — Kamis, 12 Mei 2022, Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI berkunjung ke Provinsi NTT, dalam rangka monitoring dan evaluasi progres stimulan rumah dampak bencana seroja.

Kunker ini berlangsung di Aula Eltari Kantor Gubernur NTT, yang dihadiri walikota dan para Bupati se -NTT.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letjen TNI Suharyanto menegaskan, bahwa sudah di bulan ke – 5 dalam tahun 2022, semenjak dana bantuan stimulan dari BNPB untuk provinsi NTT, yang baru menunjukkan progres realisasi yang cukup baik dan hampir selesai barulah Kota Kupang dan Kabupaten Ende. Terima kasih disampaikan Kepala BNPB untuk kedua Pimpinan Daerah tersebut, atas tindak lanjut dan gerak cepat dalam menyalurkan bantuan dana seroja.

Lanjut dikatakan Suharyanto, bagi Kabupaten lain yang belum atau masih rendah realisasinya, sampaikan saja apa yang menjadi kendala dalam penanganannya, supaya lewat moment baik ini, kita duduk bersama sampaikan masalah sehingga ada solusi dan dapat dipecahkan bersama.

Untuk kunker ini, Kepala BNPB membawa serta seluruh pejabat utama BNPB diantaranya Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Deputi Penanganan Darurat, dan lainnya, dengan maksud agar kendala yang dihadapi daerah dalam penyaluran bantuan stimulan dapat dipecahkan bersama.

Baca Juga:  New Tips Program Focuses on Preventing Youth Sports Injuries

Hal ini perlu diperhatikan, karena menyangkut nama baik daerah dan Provinsi.

Kehadiran kami bukan untuk menghakimi tapi untuk mendampingi. Jika dibutuhkan, maka akan dikirimkan tim dari BNPB. Kalau ingin berhasil tirulah orang berhasil. Tirulah apa yang sudah dilakukan oleh Kota Kupang dan Kabupaten Ende, “tandas Kepala BPNB yang baru kali pertama berkunjung ke Provinsi NTT.

Sementara untuk bencana non alam yaitu covid -19, Suharyanto menjelaskan warga Indonesia harus tetap waspada, terus tegakkan protokol kesehatan, sebab virus varian baru, masih bermunculan di Negara lain contohnya di Amerika dan Afrika Selatan ada virus varian baru yang muncul.

Menurutnya, apa yang ia sampaikan bukan untuk menakut-nakuti, tetap waspada dan hati-hati.

Ia juga menyampaikan bahwa negara Indonesia tidak ada rencana pasti di Tahun 2022 akan beralih dari pandemi ke endemi.

Baca Juga:  Yayasan Ume Daya Nusantara Gelar Sosialisasi Revitalisasi Dampak Covid-19, di pantai Sulamanda

Sementara Wakil Gubernur NTT, Josep Nae Soi diawal sambutannya mengatakan,  NTT termasuk daerah rawan bencana antara lain : banjir, cuaca ekstrem, gelombang dan abrasi, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, letusan gunung berapi, serta tanah longsor.

Atas segala bantuan dan kepedulian Pemerintah Pusat kepada Provinsi NTT, Nae Soi ucapkan terima kasih.

Kontribusi nyata sudah diterima oleh Pemerintah dan masyarakat NTT seperti bantuan stimulan rumah dampak bencana seroja.

Selain itu, hal lain yang diminta Wagub Nae Soi kepada BNPB adalah dana pendamping. Kepada Kepala Daerah, Ia harapkan untuk bangun komitmen bersama, percepat penyaluran dana seroja, serta terus lakukan pengawasan dan pengendalian secara tepat.

“Di balik keterpurukan akibat bencana, pertumbuhan ekonomi di NTT tetap baik dengan prosentase 5,8%,” kata Nae Soim

Terhadap prosentase baik ini, Kepala BNPB salut kepada NTT atas prosentase pertumbuhan ekonominya, bahkan melebihi pertumbuhan ekonomi nasional 5,01%.

Baca Juga:  Sofia Malelak - de Haan, Dukung Wacana Pengembang Wisata Pantai Panmuti

Sementara untuk dana pendamping, Suharyanto katakan akan mengupayakannya dengan duduk bersama Menteri Keuangan RI membahas hal tersebut.

Dalam kesempatan baik ini, para Bupati yang hadir, menyampaikan progres maupun kendala di lapangan terhadap bantuan dana seroja, salah satunya Bupati Kupang, Korinus Masneno.

Masneno melaporkan bahwa tahap pertama penyaluran bantuan dana seroja sudah dilaksanakan oleh Pemkab Kupang pada akhir april. Dan akan terus dilakukan verifikasi lanjutan hingga segeranya bisa selesai penyaluran bantuan tersebut.

Sementara SK PPK yang ditunggu-tunggu oleh Pemkab Kupang dari BNPB, hari ini juga menurut Kepala BNPB sudah ada.

Suharyanto menambahkan bahwa untuk kategori Rumah Rusak Berat dengan dana 50 juta, sudah ada desain rumah contohnya di BNPB. Akuntabilitasnya terjaga, sehingga tidak ada temuan.

Komunikasi intens dari pertemuan ini, yang diutarakan oleh para Bupati, ditanggapi Kepala BPNB, permasalahannya hanya pada laporan atau data, bukan sesuatu yang rumit. Jika temui masalah, tim BNPB siap turun.***

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 134 kali

Makson Saubaki badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Majelis Sinode GMIT Dukung Pemerintah Kota Kupang Lewat Program Pulih Bersama

19 Mei 2022 - 08:04 WITA

Foto. MS Sinode GMIT bersama Puskesma Kota Kupang lakukan vaksinasi Covid-19, di Gereja GMIT Laheroi Namosain.

DPC PDIP Kabupaten Kupang Gelar Bazar Minyak Goreng Murah Rp 14.000 Untuk Masyarakat Umum

18 Mei 2022 - 22:45 WITA

Foto. DPC PDIP Kabupaten Kupang Gelar Bazar Minyak Goreng Murah.

Terkait Pembagunan Peternakan Ayam di Oesao, Masyarakat Layangkan Surat Terbuka untuk Bupati

18 Mei 2022 - 21:56 WITA

Warga Kabupaten Kupang, Nilai ULP PLN Oesao Abaikan Keluhannya

18 Mei 2022 - 20:26 WITA

Foto. Pemilik Meteran Bugi Brianto.

Fantastis! 7.207 Anak di Kabupaten Kupang Alami Stunting

18 Mei 2022 - 19:02 WITA

Foto. dr. Chindy R.Tefa.

Perkuat Integritas Parpol, KPK Gelar Program Politik Cerdas Berintegritas

18 Mei 2022 - 12:36 WITA

Trending di Berita