Menu

Mode Gelap

Berita · 11 Mei 2022 22:10 WITA ·

Dinas P2KBP3A Kabupaten Kupang Targetkan Angka Stunting Turun Hingga 9,3 Persen


					Foto. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( P2KB3A), Kabupaten Kupang Yesai Lanus. Perbesar

Foto. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( P2KB3A), Kabupaten Kupang Yesai Lanus.

Kupangberita.com — Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( P2KB3A), menargetkan di tahun 2024 mendatang akan anak Stunting di Kabupaten Kupang turun hingga 9,3 Persen.

“Ya sebagai leading sektor penurunan stunting di kabupaten Kupang Dinas DP2KBP3A sesuai RPJMD menagertkan angka Stunting turun sampai 9,3 persen di tahun 2024

Terget di RPJMD kita lebih rendah dari target Nasional yakni 14 persen,” Kata Kepala P2KB3A Kabupaten Kupang Yesai Lanus di Oelamasi Selasa ( 10/05/2022).

Dirinya menjelaskan bahwa dari tahun 2019 sampai tahun 2021 terjadi penurunan sampai 22,4 persen.

Baca Juga:  Atasi Stunting Pemkab Kupang Gandeng Stakeholders dan TNI/ Polri

Tetapi di bulan penimbangan Februari 2022, terjadi peningkatan menjadi 24 persen.Hal tersebut disebabkan penggunaan alat ukur yang terstandar.

Namun peningkatan terebut menjadi motivasi bagi kita. Sehingga di bulan penimbangan Agustus ini kita berharap angka Stunting menurun,” jelasnya.

Dia berharap dengan aksi konvergensi Percepatan Penurunan dan pencegahan stunting melalui Interfensi spesifik dan sensitive, dan meningkatkan Koordinasi Lintas Sektor semua UPTD terkait yang masuk dalam tim percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kupang dia optimis angka stunting akan menurun.

Baca Juga:  Hadir Peletakan Batu Pertama PT.KIB Wakil Gubenur NTT Puji Jerry Manafe

Proses yang saat ini sementara berjalan kita melakukan pencegahan dari hulu yakni melakukan pembinaan terlebih dahulu terhadap pasangan yang akan menikah, ibu hamil dan ibu pasca melahirkan dari 0-59 bulan akan dipersiapkan secara baik.

“Kita berharap dengan mekanisme cara kerja yang baru ini mudah-mudahan angka stunting bisa menurun sesuai dengan target yang sudah ditetapkan,”harapnya.

Selain itu dirinya juga berharap melalui alokasi dana desa pemerintah desa dapat mengalokasikan dana untuk penaganan stunting di desa.

“Kita dari dinas dan OPD terkait tidak bisa kerja sendiri tapi harus ada kolaborasi bersama dalam pencegahan stunting di Kabupaten Kupang,” harapnya lagi.

Baca Juga:  Meat Shortages Mean It’s Time to Try Plant-Based Protein

Sementara itu, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe selaku Ketua  tim percepatan penurunan stunting mengakui bahwa untuk mencapai target penurunan angka stunting, AKI, AKB, Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.

Oleh karena itu semua pemangku kepentingan wajib bekerja sama demi mencapai target penurunan stunting, AKI, AKB di kabupaten Kupang.

“Target kita adalah meningkatkan kualitas hidup ideal bebas stunting bagi anak-anak melalui intervensi maksimal yang terpadu, inovatif dan kolaboratif,” kata Jerry Manafe.**

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 77 kali

Makson Saubaki badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Majelis Sinode GMIT Dukung Pemerintah Kota Kupang Lewat Program Pulih Bersama

19 Mei 2022 - 08:04 WITA

Foto. MS Sinode GMIT bersama Puskesma Kota Kupang lakukan vaksinasi Covid-19, di Gereja GMIT Laheroi Namosain.

DPC PDIP Kabupaten Kupang Gelar Bazar Minyak Goreng Murah Rp 14.000 Untuk Masyarakat Umum

18 Mei 2022 - 22:45 WITA

Foto. DPC PDIP Kabupaten Kupang Gelar Bazar Minyak Goreng Murah.

Terkait Pembagunan Peternakan Ayam di Oesao, Masyarakat Layangkan Surat Terbuka untuk Bupati

18 Mei 2022 - 21:56 WITA

Warga Kabupaten Kupang, Nilai ULP PLN Oesao Abaikan Keluhannya

18 Mei 2022 - 20:26 WITA

Foto. Pemilik Meteran Bugi Brianto.

Fantastis! 7.207 Anak di Kabupaten Kupang Alami Stunting

18 Mei 2022 - 19:02 WITA

Foto. dr. Chindy R.Tefa.

Perkuat Integritas Parpol, KPK Gelar Program Politik Cerdas Berintegritas

18 Mei 2022 - 12:36 WITA

Trending di Berita