Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tak Diundang Hadiri Peresmian Puskesmas, Tokoh Masyarakat Naibonat Kecewa

Avatar photo
Foto. Puskesmas Naibonat.
Foto. Puskesmas Naibonat.

Kupangberita.com — Tidak dilibatkannya tokoh masyarakat Naibonat pada peresmian puskesmas Naibonat pada Jumat (28/01) kemarin yang diresmikan langsung oleh Bupati Kupang Korinus Masneno yang turut di hadiri oleh Kajari Kabupaten Kupang, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Kapolres Kupang, dan Kodim 1604/Kupang. Nyatanya menciptakan rasa kecewa dari tokoh masyarakat Naibonat.

Tokoh masyarakat Naibonat Yusuf Saduk, Sabtu (29/01) melalui sambungan telpon mengatakan sangat kecewa dengan sikap pemerintah kabupaten kupang dalam hal ini kepala Dinas Kesehatan yang tidak beretika. Dimana dalam peresmian gedung Puskesmas Naibonat mereka tidak undang kami tokoh masyarakat.

“Pada hal tanah itu kami yang hibahkan kepada pemerintah, Kantor lurah yang disamping puskesmas saja sudah mau jam memulai peresmian baru datang beritahu lurah.

Bukan hanya kegiatan peresmian saja tetapi upacara hari besar kenegaraan lainnya pemerintah kabupaten kupang tidak pernah mengundang kami,” ujar Yusuf Saduk.

Salah satu nada kekecewaan dilontarkan oleh Yusuf Saduk kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang melalui pesan WhatsApp dan keduanya salin membalas Chat. Berikut isi chat yang diperoleh media.

Yusuf Saduk : Kami Tokoh masyarakat Naibonat sangat kecewa terhadap bpk. Kadis Kesehatan hal mana diresmikannya Puskesmas Naibonat, tidak undang Tokoh masyarakat Naibonat satupun tdk hadir dlm peresmian tsb.

Kadis Kesehatan tidak beretika sama skali pada hal dokter, spy pak kadis tau bhw lokasi tanah Puskesmas kami yg tunjuk utk bangun PUSTU Naibonat pak kadis baru dtg kemarin mknya hrs tanya2, dan kami ada bukti kepemilikan sejak thn.1951 dan pd thn 1995 kami yg tunjuk itu lokasi tanah utk bangun PUSTU wkt itu pak kadis, justru kami masyarakat yg ikut dukung pembangunan tsb.

Baca Juga:  KPU Kabupaten Kupang Gelar Rapat Pleno Terbuka Perolehan Kursi Anggota DPRD, Ini Daftarnya

Pak kadis ini kurang pergaulan dg masyarakat, hanya bisa pegang jarum suntik tusuk sini dan tusuk sana, ini pelecehan thdp kami tokoh masyarakat naibonat, dan jalan dilingkungan gedung puskesmas rusak masyarakat jd resah apa lg anak sekolah ini perencanaan proyek ngaur tdk ada Amdal lagi pd hal nilai proyek 6 melyart lbh, nti pd saat banjir masuk dlm pagar semua pasen naik perahu sebab saluran pembuangannya tdk ada, ini proyek asal jadi ya pak kadis…

Kadis Kesehatan : Mohon maaf sebesar2nya karena diluar kontrol saya untuk mengundang semua tokoh masyarakat sekitarnya,mohon maaf Bapak saduk saya lalai mengontrol panitia peresmian ๐Ÿ™๐Ÿ™.

Yusuf Saduk : Ini pak Kadis kesehatan kab.kpg.ini rupanya kerja kurang berdoa makanya sllu terlepas kontrol masalah ini dr sejak pemindahan ibu kota kab. kpg. dr kota kpg. di Kelurahan Naibonat acara besar apapun di kab. kpg. tidak pernah undang tokoh masyarakat sekitarnya, nti dekat Pulkada baru cari tokoh masyarakat utk kumpul suara tp sdh berhasil sms pun tdk balas apa lg undangan jawabannya diluar kontrol…bgmana pak Kadis blm jawab pertanyaan kami nyangkut Amdal ttg proyek puskesmas Naibonat ada tidak…?? sebab ktr. lurah naibonat hampir mau tenggelam akibat saluran pembuangan disekitar puskesmas tdk ada, apa solusinya pak kadis kesehatan kab. kpg. jangan asal bangun lalu resmikan gedung rumah sakit ditengah-tengah lingkungan yg kotor/jorok sprti itu…mudah-mudahan komen kami ini dibaca oleh yg berwajib sapa tau ada yg menyusul…

Baca Juga:  Pimpin Upacara Hardiknas, Pj. Bupati Kupang, Sampaikan Pesan Penting Mendikbudristek

Kadis Kesehatan : Mat pagi bapa Usu dan semua Tomas Kel. Naibonat. Terkait pembangunan PUSKESMAS NAIBONAT yg ditanyakan khususnya mengenai pengelolaan lingkungan, sesuai UU No. 32 th 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Permenkes No. 43 th 2019 sebelum dilaksanakannya kegiatan yg bukan wajib AMDAL, wajib memiliki UKL/UPL.

Beta yakin dokumen itu sudah ada karena merupakan persyaratan wajib. Yg mungkin lalai dilakukan adalah informasi (sosialisasi) kepada Pemerintah Kelurahan, LPM dan warga sekitar yg mungkin terdampak.

Sedangkan masalah tdk diundangnya TOMAS, sebenarnya secara etika harus diundang sebagai bentuk apresiasi terhadap mereka sebagai pendukung kegiatan peningkatan pelayanan kesehatan dg menghibahkan tanah utk kegiatan dimaksud.
Ini opini pribadi beta, mohon maaf kalau ada yg salah.๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Powered By NusaCloudHost