Menu

Mode Gelap

Asteroit · 18 Nov 2021 12:29 WITA ·

Gerhana Bulan Sebagian Terjadi Besok, Ini Waktu, Lokasi dan Cara Liat


					Gambar Ilustrasi Gerhana Bulan Sebagian terjadi 19 November 2021, ini adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Perbesar

Gambar Ilustrasi Gerhana Bulan Sebagian terjadi 19 November 2021, ini adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.

Kupangberita.com — Gerhana bulan sebagian akan terjadi Pada 19 November 2021 besok sangat istimewa, karena akan menjadi yang terlama di abad ini. Inilah waktu, lokasi dan cara melihatnya.

Dilansir dari detiknet Kamis ( 18/11), sebagian wilayah Indonesia akan mengalami gerhana Bulan sebagian.

Untuk waktu puncaknya akan terjadi 19 November 2021 pada pukul 16.02.56 WIB/17.02.56 WITA/18.02.56 WIT. Puncak gerhana terjadi beberapa menit setelah puncak fase purnama yang terjadi pukul 15.57.30 WIB/16.57.30 WITA/18.57.30 WIT.

Magnitudo gerhana kali ini sebesar 0,9785 atau hanya 97,85% diameter Bulan tertutup piringan umbra Bumi.

Fase gerhana penumbra dimulai pada pukul 13.00.23 WIB/14.00.23 WITA/15.00.23 WIT, kemudian fase gerhana sebagian dimulai pada pukul 14.18.24 WIB/15.18.24 WITA/16.18.24 WIT.

Fase gerhana sebagian berakhir pukul 17.47.26 WIB/18.47.26 WITA/19.47.26 WIT, sedangkan fase gerhana penumbra berakhir pada pukul 19.05.31 WIB/20.05.31 WITA/21.05.31 WIT.

Total durasi parsialitas gerhana kali ini selama 3 jam 29 menit 2 detik dan durasi penumbralitas gerhana selama 6 jam 5 menit 8 detik.

Kebanyakan gerhana bertahan selama kurang dari dua jam. Itu sebabnya Gerhana Bulan Sebagian kali ini disebut yang terlama abad ini karena sampai 3,5 jam.

Lokasi Gerhana Bulan Sebagian
Fase puncak gerhana hingga akhir penumbra dialami oleh:

Papua Barat (kecuali Kab. Raja Ampat)
Papua
Maluku (Kep. Kei dan Kep. Aru)

Fase akhir sebagian hingga akhir penumbra bisa disaksikan di:

Papua Barat (Kab. Raja Ampat)
MalukuUtara
Maluku (kecuali Kep. Kei dan Kep. Aru)
Sulawesi
Nusa Tenggara
Kalimantan
Bali
Jawa Timur
Jawa Tengah
DIY
Jawa Barat (kecuali Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kab. Bogor, Kota Sukabumi, Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Bandung Barat)
Riau (Kab. Kep. Anambas dan Kab. Kep Natuna)
Bangka Belitung (kecuali Bangka Barat)

Fase akhir penumbra saja dialami oleh:

Sumatra
Kep. Riau (kecuali Kab. Kep. Anambas dan Kab. Kep. Natuna)
Bangka Belitung (Kab. Bangka Barat)
Banten
DKI Jakarta
Jawa Barat (Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kab. Bogor, Kota Sukabumi, Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Bandung Barat).

Cara Melihat Gerhana Bulan Sebagian

Untuk cara melihatnya mudah sekali menurut LAPAN. Tidak seperti gerhana matahari, gerhana bulan sebagian dapat dilihat langsung tanpa alat bantu. Untuk memotretnya pun bisa dengan gadget apapun.

“Gerhana Bulan sebagian dapat disaksikan dengan mata tanpa alat bantu optik apapun. Tapi kita bisa mengabadikan gerhana Bulan sebagian menggunakan kamera DSLR, kamera ponsel model pakar, maupun kamera CCD yang terhubung dengan teleskop gagdet,” kata peneliti Pusrissa OR-PA BRIN Andi Pangerang, dikutip dari website Edukasi Sains LAPAN.

Sementara itu, dikutip dari BBC, NASA menyebutkan bahwa November ini, 97% dari Bulan akan tertutup Bumi.

Di abad ini, antara 2001 hingga 2100, akan ada sebanyak 288 peristiwa gerhana bulan. Kebanyakan tahun akan memiliki dua peristiwa gerhana, sementara beberapa tahun mengalami tiga atau empat kali gerhana Bulan.

Pada Mei 2021, kita telah melihat peristiwa gerhana bulan total. Ini menjadikan gerhana Bulan pada 19 November nanti sebagai yang kedua pada tahun ini.

Gerhana Bulan sebagian mungkin tidak seheboh gerhana Bulan total, namun ini terjadi lebih sering.

“Artinya, lebih banyak kesempatan untuk menyaksikan perubahan-perubahan kecil di sistem tata surya kita, yang terkadang terjadi tepat di depan mata,” kata NASA.*

(Makson Saubaki)

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1 kali

Makson Saubaki badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Majelis Sinode GMIT Dukung Pemerintah Kota Kupang Lewat Program Pulih Bersama

19 Mei 2022 - 08:04 WITA

Foto. MS Sinode GMIT bersama Puskesma Kota Kupang lakukan vaksinasi Covid-19, di Gereja GMIT Laheroi Namosain.

DPC PDIP Kabupaten Kupang Gelar Bazar Minyak Goreng Murah Rp 14.000 Untuk Masyarakat Umum

18 Mei 2022 - 22:45 WITA

Foto. DPC PDIP Kabupaten Kupang Gelar Bazar Minyak Goreng Murah.

Terkait Pembagunan Peternakan Ayam di Oesao, Masyarakat Layangkan Surat Terbuka untuk Bupati

18 Mei 2022 - 21:56 WITA

Warga Kabupaten Kupang, Nilai ULP PLN Oesao Abaikan Keluhannya

18 Mei 2022 - 20:26 WITA

Foto. Pemilik Meteran Bugi Brianto.

Fantastis! 7.207 Anak di Kabupaten Kupang Alami Stunting

18 Mei 2022 - 19:02 WITA

Foto. dr. Chindy R.Tefa.

Perkuat Integritas Parpol, KPK Gelar Program Politik Cerdas Berintegritas

18 Mei 2022 - 12:36 WITA

Trending di Berita