Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Tak Kunjung Diperhatikan, Gapoktan Tetekolo Pukdale Swadaya Perbaiki Bendungan

Avatar photo
Foto. Gapoktan Tetekolo Pukdale secara Swadaya Perbaiki Bendungan.
Foto. Gapoktan Tetekolo Pukdale secara Swadaya Perbaiki Bendungan.

Kupangberita.com —- Semenjak di hantam badai seroja pada April lalu Bendungan Tetekolo, Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur tak kunjung mendapatkan perhatian. Terpaksa Gapoktan ini harus secara swadaya perbaiki bendungan

Karena bendungan tersebut merupakan akses vital yang dapat mengairi kurang lebih 400 haktare areal persawahan di pukdale dan naibonat.

Bendungan tersebut merupakan saraf nadi kehidupan petani. Bahkan lokasi tersebut merupakan lumbung pangannya kabupaten kupang dan kota kupang.

Kondisi bendungan yang rusak parah itu pun membuat Gapoktan Tetekolo untuk memperbaikinya. Karena hingga sekarang bendungan tersebut tak kunjung di perhatikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang.

Baca Juga:  Miris, 5 Bulan Dokter PTT di Kabupaten Kupang Belum Gajian, Ini Jawaban Kadis Kesehatan

Ketua Gapoktan Tetekolo Pukdale Nakson Marabijala, Senin ( 22/11) di pukdale mengaku kecewa lantaran pasca badai seroja berlalu hampir setiap hari ada tim yang turun survei, lakukan pengukuran dan dokumentasi.

Seingat saya waktu itu di pimpin oleh salah satu Kabid Dinas Tanaman Pangan, tim ini sampaikan kepada kami bahwa mereka di perintah oleh bupati kupang Korinus Masneno untuk mendata semua fasilitas pertanian yang rusak.

“Namun hingga saat ini tak kunjung ada perhatian, saat ini air sudah limpah kami mau olah lahan tapi air tidak bisa masuk ke areal persawahan kami,” ujar Maribijala.

Baca Juga:  Menggelitik, Tanggapan Ketua FPRB Kabupaten Kupang Terhadap Laporan Pansus LKPJ Terkait Pengelolaan Bantuan Seroja

” Kami sudah langsung sampaikan ini ke dinas pengairan tetapi kami diarahkan ke BPBD sesampai di BPBD bilang dana tidak ada lagi. Kami di arahkan untuk bertemu salah satu pimpinan kepala daerah.

Kami bertemu Sekda Obet Laha, beliau sampaikan kepada kami bahwa saat ini dana perubahan sudah bertuan.

“Beliau mengarahkan kami untuk cari kontraktor untuk kerja tapi bayar tahun depan. Kami tidak berani dan tidak punya jaringan dengan kontraktor,” ujarnya.


Powered By NusaCloudHost