Menu

Mode Gelap

Berita · 3 Okt 2021 12:27 WITA ·

Fenomena Hujan Meteor Akan Hiasi Langit di Bulan Oktober 2021


					Gambar Ilistrasi Tejadi hujan Meteor. Perbesar

Gambar Ilistrasi Tejadi hujan Meteor.

Kupangberita.com — Di bulan Oktober 2021 ini, akan ada sejumlah fenomena menarik menghiasi langit Indonesia baik di siang maupun malam hari. Empat puncak hujan meteor akan meramaikan pemandangan langit sepanjang bulan Oktober 2021.

Fenomena Langit Oktober 2021 terdapat 9 Puncak Hujan Meteor dari Draconid hingga Orionid yakni :

1. Aphelion Venus : 3 Oktober 2021

Aphelion secara umum adalah konfigurasi ketika planet berada di titik terjauh dari Matahari. Hal ini disebabkan oleh orbit planet yang berbentuk elips dengan Matahari terletak di salah satu dari kedua titik fokus orbit tersebut.

Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lapan BRIN, Andi Pangerang mengatakan, aphelion Venus terjadi setiap rata-rata 225 hari sekali atau dalam lima tahun terjadi delapan kali.

Aphelion Venus kali ini terjadi pada 3 Oktober 2021 pukul 11.07 WIB, 12.07 Wita, 13.07 WIT dengan jarak 108.942.000 km dari Matahari.

Aphelion Venus sebelumnya sudah terjadi pada 20 Februari 2021 dan akan terjadi kembali pada 15 Mei dan 26 Desember 2022.

2. Konjungsi Solar Mars: 8 Oktober 2021

Fenomena langit kedua yakni konjungsi Solar Mars merupakan konfigurasi ketika Mars, Matahari dan Bumi berada pada satu garis lurus dan Mars terletak sejajar dengan Matahari.

Baca Juga:  wisata puncak gunung Timau Amfoang Tengah.

Sayangnya, kata Andi, fenomena yang satu ini tidak bisa dilihat bahkan dengan bantuan alat optik apapun. Sebab, terjadi tepat di siang hari di saat pencahayaan dari Matahari sangat menganggu penglihatan ke arah langit.

3. Puncak hujan meteor Draconid: 8 Oktober 2021

Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo menambahkan, ada fenomena menarik lainnya yang bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia di bulan Oktober ini. Fenomena tersebut adalah puncak hujan meteor Draconid.

Hujan meteor Draconid adalah hujan meteor yang terkenal dengan variasi intensitasnya dan di masa silam pernah memproduksi beberapa badai meteor (mendekati 1.000 meteor per jam).

Puncak dari fenomena hujan meteor Draconoid ini bisa disaksikan sepanjang malam sejak pukul 20.00 hingga terbitnya fajar, pada 8 Oktober 2021.

4. Konjungsi Bulan – Venus: 9 Oktober 2021

Konjungsi Bulan dan Venus adalah peristiwa seakan berkumpulnya Bulan dan planet Venus dalam satu lokasi yang sama jika dilihat dari Bumi. Keduanya akan nampak dalam satu garis lurus.

Fenomena langit Oktober ini bisa diabadikan dengan kamera, lebih baik bila dikombinasikan dengan teknik astrofotografi. Konjungsi terjadi di kala senja setelah terbenamnya Matahari, pada 9 Oktober 2021.

5. Konjungsi Inferior Merkurius: 9-10 Oktober 2021

Baca Juga:  Fraksi PDIP Kritik Keras Terhadap Penyelengaraan Kegiatan di Semau

Konjungsi Inferior adalah konfigurasi ketika Bumi, Merkurius dan Matahari berada pada satu garis lurus.

Konjungsi inferior sama seperti fase Bulan baru pada Bulan, sehingga Merkurius tidak tampak baik ketika senja maupun fajar. Konjungsi inferior Merkurius menandai pergantian ketampakan Merkurius dari senja ke fajar.

Konjungsi inferior kali ini terjadi pada tanggal 9 Oktober 2021 pukul 23.11 WIB atau 10 Oktober 2021 pukul 00.11 Wita, 01.11 WIT dengan sudut pisah 1,9 derajat.

6. Merkurius ketika fajar: 17 Oktober 2021

Setelah Merkurius mengalami ketampakan terakhir ketika senja dan konjungsi inferior, Merkurius teramati kembali ketika fajar sejak tanggal 17 Oktober.

Merkurius dapat disaksikan saat awal fajar bahari dari arah timur selama 20 menit dan terletak dekat konstelasi Virgo.

Magnitudo Merkurius sebesar +1,16 dan Merkurius berjarak 46.460.000 km dari Matahari.

7. Puncak hujan meteor Epsilon Geminid: 18-19 Oktober 2021

Epsilon Geminid adalah hujan meteor yang titik radian (asal kemunculan meteor)-nya terletak di konstelasi Gemini dekat bintang Epsilon Geminorium.

Fenomena hujan meteor ini aktif sejak 14 hingga 27 Oktober mendatang, dan intensitas meteor maksimumnya terjadi pada 19 Oktober 2021 pukul 05.00 WIB, 06.00 Wita, 07.00 WIT.

9. Puncak hujan meteor Orionid: 20 Oktober 2021

Baca Juga:  Kuat Dugaan Belanja ABDes di Desa Tanah Merah Fiktif

Fenomena puncak hujan meteor lainnya yang bisa Anda saksikan bulan ini adalah hujan meteor Orionid.
Hujan meteor Orionid adalah hujan meteor yang terkenal karena meteor-meteornya bersumber dari remah-remahan komet Halley yang legendaris.

Meteor-meteor Orionid memasuki atmosfer Bumi pada kecepatan 67 km/detik. Hujan meteor ini hanya bisa disaksikan sejak tengah malam hingga terbitnya fajar.

Perihelion Merkurius: 20 Oktober 2021
Perihelion secara umum adalah konfigurasi ketika planet berada di titik terdekat dari Matahari. Hal ini disebabkan oleh orbit planet yang berbentuk elips dengan Matahari terletak di salah satu dari kedua titik fokus orbit tersebut.

Andi menjelaskan, Perihelion Merkurius terjadi setiap rata-rata 88 hari sekali atau dalam setahun terjadi empat kali.

9. Perihelion Merkurius kali ini terjadi pada 20 Oktober 2021 pukul 06.51 WIB, 07.51 Wita, 08.51 WIT dengan jarak 46 juta kilometer dari Matahari.

Perihelion Merkurius sebelumnya sudah terjadi pada 29 Januari, 27 April dan 24 Juli 2021. Fenomena ini akan terjadi kembali pada 16 Januari, 14 April, 11 Juli dan 7 Oktober 2021. (Dirilis dari kompas.com)

(Makson Saubaki)

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 7 kali

Makson Saubaki badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Majelis Sinode GMIT Dukung Pemerintah Kota Kupang Lewat Program Pulih Bersama

19 Mei 2022 - 08:04 WITA

Foto. MS Sinode GMIT bersama Puskesma Kota Kupang lakukan vaksinasi Covid-19, di Gereja GMIT Laheroi Namosain.

DPC PDIP Kabupaten Kupang Gelar Bazar Minyak Goreng Murah Rp 14.000 Untuk Masyarakat Umum

18 Mei 2022 - 22:45 WITA

Foto. DPC PDIP Kabupaten Kupang Gelar Bazar Minyak Goreng Murah.

Terkait Pembagunan Peternakan Ayam di Oesao, Masyarakat Layangkan Surat Terbuka untuk Bupati

18 Mei 2022 - 21:56 WITA

Warga Kabupaten Kupang, Nilai ULP PLN Oesao Abaikan Keluhannya

18 Mei 2022 - 20:26 WITA

Foto. Pemilik Meteran Bugi Brianto.

Fantastis! 7.207 Anak di Kabupaten Kupang Alami Stunting

18 Mei 2022 - 19:02 WITA

Foto. dr. Chindy R.Tefa.

Perkuat Integritas Parpol, KPK Gelar Program Politik Cerdas Berintegritas

18 Mei 2022 - 12:36 WITA

Trending di Berita