Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Miris, Warga Desa Oesena Hidup Dalam Kekuatiran

Avatar photo
Oesena 1 scaled
Warga dusun II Desa Oesena Lukas Boymau (Doc. makson saubaki).

Kupangberita.com — Miris sejumlah 238 Kepala Keluarga ( KK) korban badai seroja patahan tanah yang terjadi di dusun II dan III Desa Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang hidup dalam penuh kekuatiran .

Sampai saat ini mereka merasa kuatir karena patahan makin menjadi, hal demikian sudah beberapa kali dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten Kupang untuk direlokasi namun hingga akhir Agustus belum mendapatkan kepastian.

Warga Dusun III, Lukas Boimau Minggu (15/08/2021) di Desa Oesena mengatakan, patahan tanah yang dialami oleh mereka bukan saja baru pertama kalinya terjadi namun merupakan yang kedua kali yakni pertama kali terjadi pada tahun 1997 dan kedua kalinya yakni pada tahun 2021.

Baca Juga:  Tindak Lanjut Rekomendasi KPK, Pemerintah Kota Kupang Lakukan Konsolidasi dengan Beberapa Entitas

” Patahan tanah itu sudah dua kali terjadi namun hingga saat ini, belum ada perhatian dari pemerintah informasi beredar bahwa relokasi gagal karena ijin untuk tempat relokasi terlambat diurus karena masuk dalam lahan kawasan hutan lindung,”ujar Boimau.

Lukas Boimau menambahkan, patahan tanah yang terjadi hingga kini masih menyisahkan trauma bagi mereka yang kami butuhkan saat ini adalah tempat hunian yang aman.

Sedikit lagi bulan Agustus sudah berakhir tetapi menjelang musim hujan namun belum ada kepastian untuk kami direlokasikan. Kalau sampai hujan dan belum pindah tentu ini sangat berbahaya bagi kami korban patahan tanah dibeberapa Dusun di Desa Oesena.

Baca Juga:  Uji Kemahiran Bahasa Indonesia dan Sastra, Kantor Bahasa Provinsi NTT Gelar Sosialisasi di Kabupaten Kupang

Persoalan ini juga kami sudah bertanya kepada Kepala Desa, Camat maupun Bupati untuk mendapatkan kepastian terkait nasib relokasi.


Powered By NusaCloudHost