Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ansy Lema : Pemerintah Pusat  Alokasi 25, 26 Triliun untuk Pupuk Bersubsidi

Avatar photo
Ansy Lema
Anggota DPR RI Fraksi PDI-P. Ansy Lema

Kupangberita.com – Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan Yohanes Fransiskus Lema merespons  keluhan  Kelompok Tani di Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang NTT- terkait kelangkaan pupuk.

Ansy Lema dalam Kunker Secara  virtual Sabtu ( 3/07/2021), Mengatakan melalui pemerintahan era Jokowi di tahun 2020 mengalokasi anggaran Rp. 26,26. Triliun untuk menghasilkan 7,9 juta ton pupuk bersubsidi.

Tahun 2021 Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp. 25,26. Triliun untuk menghasil kurang lebih 7, 2 juta ton pupuk bersubsidi guna  memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani di lima ratus kota kabupaten lebih seindonesia.

Baca Juga:  KPK Temukan Mobil Dinas Kabupaten Kupang Masih Dikuasai Mantan Bupati, Wakil dan Sekda

Tetapi faktanya ketika petani butuh pupuk, pupuk tidak ada, pupuk datang terlambat pada hal persyaratan administrasi petani sudah lengkap.

Dalam Rapat kerja  bersama Menteri Pertanian, PT. Pupuk Indonesia dan Dirut hanya berputar di situ dan mereka tidak ada solusinya.

“Ditanya selalu katakan  pupuk ada di lapangan tetapi faktanya petani teriak kelangkaan pupuk. Petani tidak minta kemewahan yang petani minta adalah hal yang mendukung  produktivitas pertanian salah satunya pupuk’’. Ungkap Ansy Lema.

Diri juga mengatakan sementara ini komisi IV DPR RI sepakat membentuk Panitia Kerja (PANJA) untuk bekerja khusus menyelusuri akar persoalan pupuk bersubsidi.

Baca Juga:  Polemik Mulut Tambang di Kabupaten Kupang, Pj. Bupati TTS Temui Pj. Bupati Kupang

Dimasa  lalu tidak ada masalah, kenapa sekarang  justru ada  masalah, jujur di komisi IV  DPR RI juga pusing dan menjadi pertanyaan besar bagi kami.

Bahkan kami menduga ada mafia pupuk bersubsidi,  jangan sampai pupuk ini diproduksi cukup banyak tetapi lebih diarahkan kepada perusahaan  pertanian dan perkebunan yang besar.

“Bicara subsidi yang harusnya yang  menerima subsidi adalah rakyat kecil, petani kecil dan petani tradisional”. Ungkap Politisi PDI-P ini.


Powered By NusaCloudHost